banner lebaran

Nabung Sambil Antri Pinjaman Tabur Puja Damandiri, Solusi Menambah Modal Usaha

69

KAMIS, 16 FEBRUARI 2017

JAKARTA — Jejak Pemberdayaan Yayasan Damandiri — Zainul Abidin, Tukang Rujak dan Buah Keliling, mendapat informasi dari temannya seorang tukang bakso keliling bernama Priyanto. Informasinya, bahwa Posdaya Kenanga Simprug di RW 09, Rawa Simprug, membuka kesempatan pinjaman modal usaha bunga ringan melalui Program Yayasan Damandiri, bernama Tabungan Kredit Pundi Sejahtera  (Tabur Puja).

Zaunul Abidin, melayani pembeli

Setelah berdiskusi dengan istri, Zainul datang ke Posdaya Kenanga Simprug dengan maksud untuk mengetahui cara dan proses peminjaman modal usaha yang dimaksudkan Priyanto. Zainul kemudian bertemu Ketua Posdaya Kenanga Simprug, Emmy Aznulleily, di Sekretariat Tabur Puja Posdaya Kenanga Simprug, Kantor RW 09, Grogol Selatan.

Zainul mendapat penjelasan mekanisme peminjaman modal usaha oleh Emmy. Salah-satu penjelasan yang membekas positif kepada Zainul, adalah mengawali keanggotaannya di Tabur Puja dengan menabung, hingga tiba giliran mendapatkan pinjaman modal usaha yang diinginkan. “Kebetulan saya dan istri tidak memiliki tabungan di Bank atau sejenisnya. Penghasilan saya hanya habis untuk keperluan sehari-hari. Ada simpanan, tapi sebatas di lemari pakaian istri,” tutur Zainul, saat bertemu Cendana News di Posdaya Kenanga Simprug.

Dengan arahan Emmy, Zainul mendaftarkan identitas diri terlebih dahulu sebagai anggota Tabur Puja. Kemudian menyetorkan tabungan sukarela pertamanya. Kesimpulannya, sambil mengantri pinjaman modal usaha, seminggu sekali Zainul menabung di Tabur Puja. “Posdaya kami memang menerapkan kebijaksanaan menabung untuk mengantri pinjaman modal usaha. Tidak ada maksud atau indikasi apa-apa, hanya coba memberdayakan sekaligus edukasi kepada masyarakat, agar memahami bahwa Koperasi sejak dahulu bukan sekedar meminjamkan dana saja, tetapi juga menjadi tempat menyimpan uang atau menabung,” sebut Emmy, Ketua Posdaya Kenanga Simprug.

Ketika ditanya tanggapannya saat ingin meminjam modal usaha, tapi diarahkan menabung terlebih dahulu, Zainul justru senang serta antusias dengan masa depan usahanya kelak. Bahkan, Zainul sudah berhitung sejak awal, jika tiba giliran pencairan pinjaman satu atau dua bulan kemudian, tabungannya selama proses antrian tersebut bisa diambil lalu ditambahkan sebagai modal usaha juga. “Jika saya menabung lima puluh ribu rupiah seminggu sekali dalam dua bulan, tabungan saya sudah empat ratus ribu rupiah. Ditambah pinjaman modal usaha awal sejumlah dua juta rupiah, modal usaha saya menjadi dua juta empat ratus ribu rupiah. Ternyata lumayan dan ada gunanya menabung itu,” pungkas Zainul.

Jurnalis: Miechell Koagouw/ Editor: Koko Triarko/ Foto: Miechell Koagouw

Lihat juga...

Komentar Anda

Alamat email anda tidak akan disiarkan.