Neneng Hasanah, Kader Damandiri yang Peduli Kesetaraan Gender

133

JUMAT, 3 FEBRUARI 2017

JAKARTA — Jejak Pemberdayaan Yayasan Damandiri — Neneng Hasanah adalah Penanggung Jawab (PJ) 5 Kelompok Tanggung Renteng Tabungan Kredit Pundi Sejahtera (Tabur Puja) Posdaya Bacang RW 02, Kelurahan Srengseng Sawah, Jakarta Selatan. Perempuan yang akrab disapa Neneng ini meyakini, bahwa membangun hubungan interpersonal yang baik merupakan pilihan untuk bersosialisasi, sekaligus memimpin sebuah kelompok. Dan, keyakinan ini ternyata mewakili sisi menarik akan pandangan pribadinya mengenai banyak hal dalam kehidupan serta kesehariannya.

Neneng Hasanah

Sebelum menikah pada 2000, Neneng menjadi karyawan swasta sebuah perusahaan farmasi terkemuka di Jakarta. Ia juga dikenal ulet menjalankan usaha sampingan berdagang makanan kecil-kecilan. Kegemarannya dalam memasak, membuat Neneng sering melakukan inovasi kuliner walau hanya sederhana. Dua inovasi Neneng yang akrab dan digemari para pelanggannya adalah puding dan spaghetti. Walau pembeli puding dan spaghetti buatan Neneng masih sebatas teman dan tetangga, tetapi hasil dagangannya bisa turut meringankan pengeluaran uang belanja maupun uang jajan anak-anak di rumah.

Setelah melahirkan anak kedua, Neneng memutuskan mengundurkan diri dari pekerjaan, kemudian fokus menjadi ibu rumah tangga. Namun, hobi berdagangnya tetap berjalan seperti biasa. “Hobi memang sulit ditinggalkan. Saya gemar memasak dan berdagang, kedua hal itu justru menjadi alasan utama resign dari tempat bekerja, selain agar punya waktu lebih banyak untuk anak-anak,” kata Neneng.

Selain aktif sebagai PJ5 Kelompok Tanggung Rentang Tabur Puja Posdaya Bacang, Neneng juga ikut Tabur Puja demi menopang usaha berjualan puding dan spaghetti yang sudah lama digelutinya. Ia biasa menitipkan dagangan di kantin sekolah maupun warung-warung sekitar Srengseng Sawah. Walau sudah sejak lama menjalankan bisnis tersebut, Neneng butuh modal untuk menambah volume dagangannya. Karena itu, ia memutuskan ikut Tabur Puja. Hingga kini, keikut-sertaan Neneng di Tabur Puja sudah masuk putaran ketiga dengan jumlah pinjaman Rp. 3 Juta.

Cara berkomunikasi Neneng menjadi kunci sukses dalam memimpin kelompok, berdagang maupun pergaulannya sehari-hari dengan para ibu rumah-tangga.  Pendekatan dari hati ke hati kepada anggota, tetangga maupun langganannya membuat semua proses menjadi lebih mudah. Namun, ada satu filosofi menarik dari Neneng, yakni bagaimana seluruh kegiatannya bersama Tabur Puja didedikasikan untuk memperkuat kesetaraan gender. Artinya, perempuan bukan sekedar ibu rumah-tangga yang tinggal di rumah mengurus anak sambil menadahkan tangan kepada suami.

Perempuan Indonesia itu tangguh dan bertanggung-jawab, sehingga sudah sepantasnya ikut berkarya untuk keluarga dengan cara membantu suami mencari nafkah, melalui usaha-usaha kecil rumah-tangga. Dari membuka warung di rumah, membuat kue untuk dititipkan ke warung-warung dan lain sebagainya. Menurutnya, perempuan itu jangan lemah, apalagi sampai tidak berdaya hanya menunggu pemberian suami. Perempuan harus mampu memberdayakan dirinya demi keluarga.

“Menjadi perempuan itu jangan sungkan, segan apalagi malu untuk membuka usaha di rumah. Walaupun suami tidak meminta, tapi seorang istri harus bisa meringankan beban suami dalam menghidupi keluarga. Perempuan juga harus bisa mengambil inisiatif sekaligus membuktikan diri mampu serta setara fungsinya dengan kaum laki-laki. Selama yang dilakukan adalah positif, lanjutkan saja, teruslah berkarya,” tutur ibu dua anak ini melanjutkan.

Neneng sudah membuktikan ketangguhannya sebagai seorang perempuan Indonesia. Walau suami sudah bekerja sebagai seorang tenaga IT di perusahaan media online terkemuka di Jakarta, ia tidak mau berpangku tangan di rumah. Neneng tetap menjalankan hobi memasak sekaligus berdagangnya. Kegiatannya mendapat dukungan penuh dari sang suami, termasuk seluruh kegiatan Neneng di Posdaya Bacang dalam mengelola kelompok Tanggung Renteng Tabur Puja. Neneng senang dan bahagia memiliki suami yang selalu mendukung kegiatannya.

“Lagipula, alasan apa yang membuat suami tidak mendukung istri untuk aktif di kegiatan Posdaya, terutama Tabur Puja? Ini kegiatan positif yang memiliki nilai kemanusiaan tinggi. Saya katakan begitu, karena Tabur Puja memfasilitasi seseorang yang awalnya tidak punya usaha untuk memiliki usaha walau kecil-kecilan. Lalu, bagi yang butuh modal juga difasilitasi Tabur Puja untuk mengembangkan usahanya. Bahkan, Tabur Puja banyak membantu perempuan single parent hingga bisa punya usaha untuk merawat anak-anaknya,” pungkas Neneng.

Harapan Neneng untuk Yayasan Damandiri , bahwa Tabur Puja bisa terus memberdayakan warga Srengseng Sawah hingga taraf kehidupan layak dan bisa merata. Banyak pengusaha-pengusaha kecil yang menunggu sentuhan Tabur Puja, agar usahanya bisa lebih maju lagi. Dan, banyak warga miskin yang menanti kesempatan untuk keluar dari garis kemiskinan.

Jurnalis: Miechell Koagouw/ Editor: Koko Triarko/ Foto: Miechell Koagouw

Baca Juga
Lihat juga...