Panglima TNI Tinjau Jalan Trans Papua

157
KAMIS 2 FEBRUARI 2017
WAMENA—Demi memastikan pengerjaan jalan sepanjang 278.600 kilometer oleh prajurit TNI telah selesai, Panglima TNI Jenderal TNI Gatot Nurmantyo  rela menunggang kendaraan roda dua. Tindakan ini dilakukan Panglima TNI saat meninjau langsung jalan Wamena-Mamugu, Kamis (02/02/2017).
Panglima TNI mengendarai sepeda motor untuk meninjau lokasi jalan Wamena-Mamugu di Wamena, Kabupaten Jayawijaya. 
“Tugas TNI dalam pembuatan jalan sudah 100? selesai, tempat terberat adalah di Batas Batu-Mumugu, Karena Medan Berawa dan hanya bisa dilalui lewat sungai,” kata Jenderal TNI Gatot Nurmantyo melalui rilis yang diberikan Penerangan Kodam (Pendam) XVII Cenderawasih.
Dalam peninjauan itu, Panglima TNI didampingi KASAD Jenderal TNI Mulyono dan rombongan Bupati serta Wakil Bupati Jayawijaya. Menurut Panglima ada berbagai kendala. Di antaranya di daerah Yuguru harus dikikis dengan alat bahan peledak karena merupakan tebing batu. 
“Kini masyarakat sudah merasakan manfaat jalan yang dibuat, mereka biasa menggunakan sungai selama 12 jam, namun bila jalur darat ditempuh hanya 3 jam. Namun saat ini masih ada 35 jembatan masih dalam proses pembangunan,” tuturnya.
Sementara, Kolonel CZI Arief Novianto selaku Komandan Resimen Zeni Kontruksi Direktorat Zeni Angkatan Darat selaku Dansatgas PPJWM (Peningkatan dan Pembangunan Jalan Wamena Mumugu) menjelaskan Satgas PPJWM telah menyelesaikan tanggung jawab dengan menembus belantara pegunungan tengah Papua dari Wamena ke Mumugu. 
“Program ini merupakan solusi bagi peningkatan kesejahteraan masyarakat di wilayah Pegunungan Tengah Papua,” kata Kolonel CZI Arief Novianto.
Dikatakannya, pembangunan infrastruktur tersebut sekaligus membuka keterisolasian Wamena, Mbua, Paro, Batas Batu dan Mamugu menuju pantai selatan Papua dengan panjang jalan yang dikerjakan 278,600 kilometer melalui daerah hutan, rawa dan sungai.  
“Ruas jalan Wamena-Mamugu melalui 40 sungai dimana 35 sungai belum ada jembatan dan 8 sungai terdapat jembatan sementara dari kayu,” ujarnya.
Membantu Membuka Daerah Terisolir
Menurut Kolonel CZI Arief Novianto  dibangunnya jalan poros Wamena-Mamugu akan memperlancar distribusi barang dari dan ke daerah Kabupaten Jayawijaya dan sekitarnya. Tentunya semua itu perlu adanya partisipasi aktif dari seluruh lapisan masyarakat Papua guna mendukung pembangunan di Papua.
“Sehingga tak ada lagi daerah yang terisolir serta pembangunan dapat terwujud yang pada akhirnya meningkatkan kesejahteraan bagi masyarakat Papua,” tuturnya. 
Ditempat terpisah, Ketua Lembaga Masyarakat Adat (LMA) Agus Hubi saat dihubungi media ini melalui telepon selulernya mengakui sangat senang apabila jalan Wamena-Mamugu telah diselesaikan. “Kami selaku masyarakat adat sangat senang jika Panglima TNI telah memastikan penyelesaian jalan itu,” kata Agus Hubi dari ujung selulernya.
Pihaknya meminta tak hanya jalan tersebut juga yang harus diperhatikan, ia meminta pemerintah menyambung jalan darat antar distrik di pegunungan tengh Papua.
“Ke depan harapan kami setiap distrik di Pegunungan Tengah Papua bisa dilalui jalan darat. Kebanyakan masih belum bisa dilalui,” ujar Hubi yang juga Kepala Suku Perang itu. 
Jurnalis: Indrayadi T Hatta/Editor: Irvan Sjafari/Foto:Indrayadi T. Hatta/Foto dari Pendam XVII Cenderawasih)
Baca Juga
Lihat juga...