Pasarkan Produk Organik, Maporina Jajaki Kerja Sama dengan Damandiri

216

SABTU, 18 FEBRUARI 2017

JAKARTA — Jejak Pemberdayaan Yayasan Damandiri — Melalui kepemimpinan mantan Menteri Koperasi di era Presiden kedua RI, HM. Soeharto, Yayasan Damandiri berhasil menjelma sebagai penopang kuat rakyat kecil dalam aspek pemberdayaan wirausaha melalui Tabungan Kredit Pundi Sejahtera (Tabur Puja). Dialah Ketua Yayasan Damandiri, Dr. (HC) Subiakto Tjakrawerdaja.

Buah organik, rambutan hasil budidaya Maporina

Selain itu, ia juga merupakan sosok penting yang sangat mendukung perjuangan Masyarakat Pertanian Organik Indonesia, atau Maporina dalam misi untuk memasyarakatkan produk organik dari petani nusantara. Sumbangsih buah pikirnya ikut membantu langkah pembinaan yang dilakukan Maporina terhadap para petani tersebut.

Ditambah dengan banyaknya Pos Pemberdayaan Keluarga atau Posdaya binaan Yayasan Damandiri di setiap wilayah mulai diberdayakan menggarap Kebun Bergizi,  menjadi pijakan kuat Ketua umum Maporina Pusat, Joko Sidik Pramono untuk mengusahakan sambung tali sinergi program pemberdayaan masyarakat antara keduanya.

Tabur Puja serta program turunan aspek pemberdayaan lingkungan berupa Kebun Bergizi yang dilakukan Yayasan Damandiri di setiap Posdaya binaannya selama ini, berhasil menghimpun masyarakat kecil pelaku usaha mikro seperti pedagang sayuran, lauk pauk, buah segar, kuliner khas nusantara, bahkan sampai pedagang sembako.

Rakyat desa terpencil nusantara sampai penduduk kota anggota Posdaya bisa memanfaatkan apa yang dihasilkan anggota Maporina berupa produk-produk organik. Pedagang buah segar dapat menjual buah organik, pedagang lauk pauk bisa mengolah makanan menggunakan bahan organik, bahkan pelaku budi daya peternakan maupun perikanan yang dikembangkan Damandiri juga bisa menggunakan pakan organik.

Hal itu semakin membulatkan tekad pengurus Maporina Pusat untuk meminta Damandiri membuka pintu sinergi program kerjasama erat berbasis produk organik agar tujuan Maporina memasyarakatkan produk organik anggota Maporina bisa berkelanjutan.

Pengurus Maporina yakin, tiga aspek pemberdayaan yang dikembangkan; lingkungan, kesehatan dan kesejahteraan, sesuai dengan empat aspek pemberdayaan yang dikembangkan Yayasan Damandiri selama ini, yakni kesehatan, pendidikan, wirausaha dan lingkungan.

 “ Damandiri beserta Universitas Trilogi punya kekuatan bernama Posdaya, yang di dalamnya terbentuk komunitas masyarakat pelaku usaha mikro lewat Tabur Puja serta komunitas masyarakat tani melalui Kebun Bergizi. Maporina sadar betul akan hal itu,” sebut Ketua umum Maporina Pusat, Joko Sidik Pramono kepada Cendana News.

Joko kembali melanjutkan, bahwa Yayasan Damandiri dan Maporina bisa membuat program pemberdayaan bersama-sama ke depannya. Keduanya bisa berjalan bergandeng tangan melalui program pemberdayaan baru berbasis produk organik.

Yayasan Damandiri, Universitas Trilogi dan Posdaya

Dengan Yayasan Damandiri sebagai arsitek program dan pendanaan, ditopang Universitas Trilogi sebagai penyedia sumber daya intelektual penelitian dan pengabdian untuk masyarakat, Maporina yakin kerja sama keduanya akan luar biasa.

“ Maporina secepatnya akan membuka komunikasi dengan Yayasan Damandiri untuk memperkuat kerja sama dalam sinergi pemberdayaan masyarakat berkelanjutan,” tutup Joko mengakhiri pertemuan dengan Cendana News.

Jurnalis : Miechell Koagouw / Redaktur : ME. Bijo Dirajo / Foto : Miechell Koagouw

Baca Juga
Lihat juga...