Patrialis Akbar Kembali Diperiksa KPK Terkait Kasus Suap

113

SELASA, 14 FEBRUARI 2017

JAKARTA — Patrialis Akbar, mantan hakim di Mahkamah Kontitusi (MK) kembali diperiksa sebagai tersangka dalam kasus suap terkait judicial review atau uji materi terhadap Undang-undang (UU) Nomor 41 Tahun 2014 yang mengatur tentang Peternakan dan Kesehatan Hewan.

Tersangka Patrialis Akbar (rompi oranye) di Gedung KPK Jakarta.

Berdasarkan pantauan Cendana News langsung dari Gedung Baru KPK Jakarta, tersangka Patrialis Akbar tampak terlihat keluar meninggalkan Gedung KPK Jakarta pada sekitar pukul 12:45 WIB. Patrialis sempat melakukan wawancara singkat dengan para awak media yang biasa meliput di Gedung KPK Jakarta.

“Saya tetap berusaha bersikap kooperatif selama menjalani pemeriksaan oleh penyidik KPK terkait kasus perkara hukum yang menjerat saya. Biarlah proses hukum tersebut tetap berjalan, yang jelas saya akan berjuang semaksimal mungkin saat memasuki proses persidangan di pengadilan,” kata Patrialis Akbar kepada wartawan di Gedung KPK, Selasa siang (14/2/2017).

Febri Diansyah, Juru Bicara KPK mengatakan, hari ini penyidik KPK kembalinya melakukan pemeriksaan terhadap PAK atau Patrialis Akbar terkait kasus perkara dugaan suap yang menjerat dirinya. Selain itu penyidik KPK dijadwalkan juga akan melakukan pemanggilan terhadap KM  atau Kamaludin yang tak lain adalah tersangka perantara suap terhadap tersangka PAK atau Patrialis Akbar.

Hingga saat ini penyidik KPK untuk sementara telah menetapkan 4 orang sebagai tersangka dalam kasus dugaan suap terkait dengan judicial review atau uji materi terhadap Undang-Undang (UU) Nomor 41 Tahun 2014 tentang Peternakan dan Kesehatan Hewan. KPK juga menyita sejumlah uang dalam bentuk pecahan mata uang asing yang diduga terkait dengan dugaan suap.

Keempat orang yang telah ditetapkan sebagai tersangka oleh pihak KPK tersebut masing-masing adalah Patrialis Akbar, Kamaludin, Basuki Hariman, dan terakhir adalah N.G. Fenny. Keempat orang tersebut langsung ditahan dan dititipkan sementara di Rumah Tahanan KPK milik Polisi Militer Kodam (Pomdam) Jaya, Guntur, Jakarta Selatan.

Jurnalis: Eko Sulestyono / Editor: Satmoko / Foto: Eko Sulestyono

Baca Juga
Lihat juga...