banner lebaran

Pelindo III Maumere Siap Duduk Bersama Bahas Drainase

69

KAMIS, 2 FEBRUARI 2017

MAUMERE — Banjir yang menggenangi areal pintu masuk pelabuhan Laurens Say Maumere dan di sepanjang jalan masuk pelabuhan dari bagian barat meliputi jalan depan kantor Bea Cukai, KSOP Laurens Say Maumere dan kantor Pelindo III Cabang Maumere sangat berdampak pada aktivitas jalan di depan pelabuhan.

Saluran air di depan pelabuhan yang tergenang akibat sampah yang menumpuk.

Meski bukan berdampak langsung namun secara tidak langsung banjir yang menggenangi jalan dan membuata drainase tidak mengalir membuat pihak Pelindo III Cabang Maumere pun prihatin dan siap duduk bersama pemerintah serta DPRD Sikka guna membahas solusinya.

Demikian disampaikan General Manager Pelindo III Cabang Maumere, Y. Andri Kartiko saat ditemui Cendana News di kantornya, Kamis (2/2/2017). Dikatakannya, air yang tergenang di drainase membuat masyarakat selalu menyalahkan Pelindo.

“Dampak langsung yang dirasakan Pelindo yakni protes dari warga sekitar yang terkena dampaknya,” ujarnya.

Pelindo Maumere pun, sebut Andri, selalu membersihkan saluran drainase di depan kantor Pelindo namun bila terjadi hujan saluran akan kembali tergenang air akibat banyaknya sampah yang menumpuk di dalamnya. Pihaknya juga bersedia duduk bersama Bea Cukai, KSOP Laurens Say, Pemda Sikka, dan DPRD Sikka untuk membahasnya agar bisa segera diambil solusi penyelesaiannya.

“Saya juga sudah bersurat ke pimpinan untuk bisa dicarikan solusi bantuan sehingga warga sekitar pun tidak terkena dampak banjir,” tuturnya.

Andri menambahkan, memang saluran air yang ada di pelabuhan ada namun bila saluran dari luar tersambung ke saluran ini maka sering terjadi macet akibat sampah yang menutupi lubang saluran. Bila pemerintah setuju, pihaknya akan membantu agar air bisa mengalir melewati kali mati yang berada di sebelah timur areal pelabuhan agar air tidak menutupi badan jalan dan tergenang di drainase.

“Tapi warga harus disadarkan agar jangan buang sampah apa pun di dalam saluran drainase sebab semua air dari wilayah di sebelah selatan pelabuhan yang lebih tinggi akan mengalir ke pelabuhan,” ungkapnya.

Andre sepakat apabila semua pihak difasilitasi DPRD Sikka untuk duduk bersama membahas permasalahan ini sehingga warga masyarakat pun bisa paham permasalahannya dan dicari jalan keluar. Kalau hanya bersihkan saluran, bebernya, Pelindo bisa melakukan namun untuk membangun saluran dan masalah air yang menggenangi jalan merupakan kewenangan pemerintah sehingga harus duduk bersama membahasnya.

General Manager Pelindo III Cabang Maumere, Y.Andri Kartiko.

“Bila hanya bersihkan saluran kami bisa lakukan. Namun ini bukan solusi karena air pasti tergenang kembali akibat banyaknya sampah yang menutupinya usai hujan lebat,” pungkasnya.

Jurnalis: Ebed de Rosary / Editor: Satmoko / Foto: Ebed de Rosary

Lihat juga...

Komentar Anda

Alamat email anda tidak akan disiarkan.