Pemerintah Siap Uji Coba Kartu BPNT

152
KAMIS, 16 FEBRUARI 2017

JAKARTA — Pemerintah akan terus memastikan Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) berjalan lancar sebagai pelayanan yang terbaik bagi rakyat.  Uji coba penyaluran BPNT,  dulunya program raskin, rencananya akan dilaksanakan pada 23 Februari 2017.

Menko PMK Puan Maharani memberi arahan mengenai program BPNT.

Hal ini diungkapkan Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK), Puan Maharani, saat menerima audiensi Kepala Bulog Djarot Kusumayakti di Ruang Rapat Kantor Kemenko PMK, Kamis (16/02/2017). Menko PMK memastikan bahwa peran Bulog dalam mendukung pelaksanaan uji coba penyaluran Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) yang rencananya akan disalurkan di 44 kota dapat terlaksana lancar, tanpa kendala berarti.

Sesuai arahan Presiden dalam rapat terbatas pada 26 April 2016 menyebutkan, agar seluruh bantuan sosial atau Bantuan Pemerintah disalurkan dalam bentuk non tunai dan terintegrasi dalam satu kartu sehingga pemerintah mudah untuk mengontrol, mengecek, dan mengurangi terjadinya penyimpangan-penyimpangan.

“Saya ingin pastikan lebih deti lpersiapan penyaluran BPNT lancar, terutama yang terkait dengan urusan Bulog. Jangan sampai bantuan beras dan/atau gula dari Pemerintah yang didistribusikan lewat e-Warong tidak tersedia.Saya ingin masyarakat dapat dilayani dengan baik, jangan terjadi penolakan kepada masyarakat yang ingin membeli kebutuhan dasar tersebut,” ujar Puan.

Puan juga menjelaskan bahwa Presiden menugaskan Menko PMK sebagai koordinator pengelolaan bantuan secara non tunai tersebut. Untuk itu, pihaknya akan melaporkan terlebih dulu kepada Presiden seluruh kesiapan uji coba untuk mendapatkan arahan dan persetujuan. Sedangkan untuk hal-hal teknis akan dilaksanakan oleh Kementerian Sosial dan operasional oleh Perum Bulog.

“Saya harap semua yang terlibat dalam penyaluran Program BPNT senantiasa komit dengan tugas dan peran masing-masing, jalin koordinasi dan sinergi sebaik-baiknya untuk minimalkan kesalahan-kesalahan dalam penyaluran kebutuhan pokok yang merupakan hak dan hajat hidup orang banyak. Pemerintah berupaya agar program ini tepat sasaran,” harapnya.

Sementara itu, Kepala Bulog, Djarot Kusumayakti, menyampaikan pihaknya mendukung Program BPNT yang akan disalurkan kepada 1,4 juta Keluarga Penerima Manfaat (KPM) dengan menyiapkan sebanyak 28.249 ton beras serta 5.674 ton gula. Bulog memastikan seluruh barang dapat terdistribusi dengan baik sesuai target lokasi yang telah ditetapkan. Untuk itu pihaknya juga bekerjasama dengan PT POS Indonesia.

“Insha Allah kami siap untuk mendistribusikan barang bantuan baik berupa beras atau pun gula di 36 titik distribusi yang tersebar di 51 kabupaten/kota menggunakan 248 armada unit angkut (truk). Kami juga mengajak PT POS dan BDR untuk membantu pendistribusian. Terdapat beberapa lokasi yang cukup sulit jika diakses menggunakan truk. Oleh karenanya, kami bekerjasama dengan 2 BUMN tersebut yang memiliki moda transportasi roda 2 dan luas sebarannya juga teratasi,” ujar Djarot.

Jurnalis: Shomad Aksara / Editor: Satmoko / Foto: Istimewa

Baca Juga
Lihat juga...