Pemkot Semarang Segera Bangun Kawasan Minapolitan Terbesar di Jateng

JUMAT, 17 FEBRUARI 2017

SEMARANG — Rencana Pemkot untuk merancang kawasan industri dan wisata perikanan segera terwujud. Daerah Sumurejo, Gunungpati akan mulai digarap dengan serius. Lahan seluas lima hektar sudah disiapkan untuk menjadi sentra produksi, pengolahan dan pemasaran produk perikanan unggulan. 
Kepala Dinas Perikanan I Gusti Made Agung saat meninjau lokasi BBI di Mijen
Kepala Dinas Perikanan Kota Semarang, I Gusti Made Agung menyebutkan, tahun ini pihaknya akan menyiapkan blue print kawasan tersebut sehingga nanti di awal tahun 2018 sudah dapat digarap untuk pembangunan fisiknya.
Dijelaskan, lahan yang dipakai merupakan bekas tanah bengkok milik Pemkot. Direncanakan juga Balai Benih Ikan di Mijen yang sering terkendala masalah air juga akan dialihkan ke Gunungpati sehingga nanti daerah tersebut akan terintegrasi menjadi pusat laboratorium perikanan terbesar di Jateng
“Anggaran yang diperlukan 200 juta untuk membangun satu kolam, nanti akan dimintakan bantuan ke pemerintah pusat juga,” terang Gusti saat ditemui di Sumurejo, Kamis (16/02/2017). 
Jika pembangunanya sudah selesai, diharapkan pertumbuhan ekonomi masyarakat yang tinggal di sekitarnya juga akan ikut terangkat. 
Untuk mendukung pengelolaannya, Dinas Perikanan akan menyediakan kolam lengkap dengan bibitnya, sedangkan untuk pembuatan dan pemasaran akan melibatkan Kelompok Usaha Bersama (KUB) yang dikoordinir oleh masyarakat. Jadi konsep minapolitan akan tergambar dengan sistem yang terintegrasi dan berkualitas antara pembangunan ekonomi kelautan dan perikanan berbasis kawasan.
“Peran KUB juga akan dimaksimalkan, mereka diharapkan bisa menyuplai stok ikan sebanyak 200 kilogram per minggu,” ujarnya.
Sementara itu, bekas lokasi Balai Benih Ikan di Mijen yang rencananya akan dipindahkan ke Sumurejo juga tidak akan dibiarkan mangkrak. Pemkot berencana untuk menjadikan kawasan tersebut sebagai aset wisata pemancingan dengan menggandeng komunitas pemancing dan masyarakat setempat. Beberapa rumah makan dengan menu ikan siap didirikan di lokasi tersebut, untuk pengolahannya nanti akan diserahkan kepada ibu-ibu penggerak PKK.
“Kolam pemancingan tersebut akan dikelola Dinas Perikanan, masyarakat cukup membayar 35 ribu sudah bisa memancing ikan berbagai jenis dan ukuran,” imbuh Gusti.

Jurnalis : Khusnul Imanuddin / Redaktur : ME. Bijo Dirajo / Foto : Khusnul Imanuddin

Komentar