banner lebaran

Pengawasan Pilkada di DIY akan Manfaatkan Teknologi Android

51

SENIN, 13 FEBRUARI 2017

YOGYAKARTA — Selain dilakukan secara manual sebagaimana sebelumnya, proses pengawasan penyelenggaran Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) di DIY, yakni di Kota Yogyakarta dan Kabupaten Kulonprogo, tahun ini akan dilakukan dengan memanfaatkan teknologi informasi. Pengawasan berbasis IT ini dilakukan dengan menggunakan alat bantu HP Android, sebagai upaya memaksimalkan proses pengawasan penyelenggaraan Pilkada 2017, ini. 

Kiri: Bagus Sarwono

Komisioner Bawaslu DIY, Bagus Sarwono, menyebut, selain memiliki tugas pengawasan sebagaimana telah ditetapkan seperti biasanya, seluruh pengawas di tiap Tempat Pemungutan Suara (TPS), tahun ini juga diberikan tugas tambahan untuk merekam kegiatan pengawasan di masing-masing lokasi TPS untuk selanjutnya dikirim dan diupload di website Bawaslu.

“Rekaman video yang harus dikirimkan itu antara lain rekaman berupa video perkenalan pengawas dengan nomor TPS masing-masing, video Ketua KPPS besertra saksi dari paslon, video C1 plano, video C1 KWK yang dipegang KPPS dan saksi paslon serta video kejadian khusus di setiap TPS,” ujarnya, di Kantor Bawaslu DIY, Senin (13/02/2017).

Meski demikian, belum semua pengawas TPS yang ada di Kota Yogyakarta maupun Kabupaten Kulonprogo yang menyelenggarakan Pilkada 2017 ini suport atau mampu untuk melakukan pengawasan berbasis IT. Untuk wilayah Kota Yogyakarta tercatat baru 75 persen atau 596 TPS yang mampu melakukan pengawasan berbasis IT. Sementara untuk Kabupaten Kulonprogo, tercatat baru ada 31 persen atau 297 TPS yang mempu melakukan pengawasan berbasis IT.

“Sejumlah pengawas TPS yang belum bisa suport pemanfaatan IT ini akan didukung oleh para relawan,” ujarnya.

Di DIY sendiri total akan ada sebanyak 1.731 pengawas di tiap TPS yang ada di 2 Kabupaten dan Kota. Terdiri dari 794 pengawas di Kota Yogyakarta dan 937 pengawas di Kabupaten Kulonprogo. Selain itu, juga masih terdapat 45 PPL di Kota Yogyakarta dan 88 PPL di Kabupaten Kulonprogo, serta 42 pengawas tingkat Kecamatan di Kota Yogyakarta dan 36 pengawas tingkat Kecamatan di Kabupaten Kulonprogo.

“Jumlah relawan dalam pemilu tahun ini juga lebih banyak dari sebelumnya. Jika sebelumnya jumlah relawan hanya seribu orang, tahun ini ada sebanyak seribu tujuh ratus delapan puluh empat relawan,” katanya.

Dijelaskan, sebanyak 1.784 relawan tersebut terdiri dari 451 relawan dari 19 organisasi masyarakat sipil yang bergabung ke Bawaslu DIY, serta 903 relawan dari 12 OMS di Kulonprogo dan 400 relawan dari 16 OMS di Yogyakarta. Meski meningkat, sayangnya sebaran relawan tersebut diketahui masih belum merata di semua wilayah tiap kecamatan, sehingga ada sebagian wilayah memiliki jumlah relawan minim, sementara di wilayah  lain jumlah relawan sangat banyak.

“Misalnya, di Kulonprogo. Untuk Kecamatan Samigaluh jumlah relawan hanya ada dua orang. Di kecamatan Nanggulan bahkan tidak ada relawan sama sekali. Sementara di Kecamatan Galur ada seratus lima puluh tiga relawan. Jadi, memang belum merata,” katanya.

Jurnalis: Jatmika H Kusmargana/ Editor: Koko Triarko/ Foto: Jatmika H Kusmargana

Lihat juga...

Komentar Anda

Alamat email anda tidak akan disiarkan.