banner lebaran

Penjual Bunga Kebanjiran Pesanan Saat Valentine’s Day

142

SELASA, 14 FEBRUARI 2017

PONOROGO — Peringatan hari kasih sayang atau yang lebih dikenal sebagai Valentine’s Day membawa berkah tersendiri bagi para penjual bunga di Ponorogo. Salah satunya, toko bunga Sari Jelita yang berada di Jalan Pacar II No 1 Ponorogo. Pemiliknya, Sri Pangesti Subyantoro (48) mengaku kebanjiran order bahkan dari semalam belum tidur sama sekali.

Sri Pangesti saat membuat paket coklat untuk perayaan Valentine’s Day.

Meski lelah mendera, semangat Sri Pangesti menjual dagangannya patut diapresiasi. Bagaimana tidak dalam bulan Februari ini selalu saja ada yang memesan buket bunga kepadanya.

“Kalau untuk Valentine’s Day biasanya bunga dan coklat yang paling laris,” jelasnya kepada Cendana News saat ditemui di rumahnya, Selasa (14/2/2017).

Pesanan paling banyak berasal dari pelanggan setianya di kawasan Ponorogo mulai dari Badegan, Sumoroto, Mlilir, Dlopo dan Jenangan. Kisaran harga yang ditawarkan pun cukup terjangkau tergantung ukuran buket serta jenis bunga apa yang dipakai.

“Kisaran harga antara Rp 15–300 ribu, yang paling banyak laku yang Rp 200 ribu, satu buket bunga mawar dan coklat,” ujarnya.

Untuk bahan baku yang digunakan, bunga didatangkan langsung dari Malang setiap hari Selasa dan Jumat. Mulai dari mawar putih, merah, merah muda, putih dan krisan warna-warni.

“Beruntung saya dibantu lima orang karyawan, ini usaha keluarga,” terangnya.

Namun sejak adanya surat edaran pelajar tidak boleh merayakan Valentine’s Day di sekolah, penurunan pesanan bunga pun terjadi. “Sekitar 30% penurunan, biasanya yang paling banyak pesan kan anak sekolah,” tuturnya.

Ibu dua orang anak ini menambahkan, usaha ini merupakan usaha keluarga yang ada sejak tahun 1984 lalu. Sri Pangesti meneruskan usaha jual bunga sejak tahun 1990. Belajar langsung dari ibunya, Sri Pangesti mengaku bersyukur. Baginya jualan bunga bagaikan jualan kacang saat ada hiburan rakyat.

“Selain jual bunga saat Valentine kami juga menerima pesanan bunga untuk karangan bunga atau saat pernikahan,” paparnya.

Meski usaha ini sudah memiliki pelanggan tetap, Sri Pangesti mengaku sempat mengalami pasang surut. Dalam satu tahun, musim yang paling ramai saat ada peresmian gedung, serah terima jabatan, hari peringatan maupun pernikahan.

Produk valentine’s ala Sri Pangesti.

“Kalau hari biasa tetap ada yang beli tapi tidak sebanyak kalau ada pesanan,” pungkasnya.

Jurnalis: Charolin Pebrianti / Editor: Satmoko / Foto: Charolin Pebrianti

Lihat juga...

Komentar Anda

Alamat email anda tidak akan disiarkan.