Penyidik KPK Periksa Saksi Terkait Dugaan Suap Paspor di KBRI Malaysia

75
SENIN 20 FEBRUARI 2017
JAKARTA—Penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) hari ini mulai melakukan pemeriksaan dan memanggil saksi terkait dengan kasus dugaan suap “pungutan liar” dalam pengurusan penerbitan paspor dan visa Republik Indonesia dan proses calling visa periode 2013 hingga 2016 di Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Kuala Lumpur, Malaysia.
Febri Diansyah, Juru Bicara KPK.
Berdasarkan pantuan Cendana News langsung dari Gedung Baru KPK Jakarta, kawasan Kuningan, Jakarta Selatan, hari ini penyidik KPK memanggil Idhul Adheman, mantan pembantu atase Imigrasi KBRI di Kuala Lumpur, Malaysia. Idhul Adheman dipanggil dan dimintai keterangannya dalam kapasitasnya sebagai saksi untuk tersangka DW (Dwi Widodo), mantan atasannya.
Kasus dugaan suap “pungutan liar” tersebut jelas sangat merugikan Warga Negara Indonesia (WNI) yang kebanyakan para Tenaga Kerja Indonesia (TKI) yang selama ini tinggal dan bekerja mencari nafkah di Negara Malaysia. Penyidik KPK telah menetapkan tersangka Dwi Widodo, yang tak lain adalah seorang Atase Imigrasi Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Kuala Lumpur, Malaysia.
Menurut Febri Diansyah, Juru Bicara KPK, tersangka DW (Dwi Widodo) sebelumnya sudah dinaikkan statusnya dari tingkat penyelidikan menjadi tingkat penyidikan. Penyidik KPK menduga bahwa yang bersangkutan (Dwi Widodo) selama ini telah menyalahgunakan jabatan dan wewenangnya sebagai seorang Atase Imigrasi KBRI di Kuala Lumpur, Malaysia, salah satunya adalah terkait dengan pengurusan izin paspor dan visa.
Tersangka Dwi Widodo diduga telah menerima uang suap senilai 1 miliar rupiah yang diperolehnya dari hasil praktek ilegal melakukan pungutan liar (pungli) diatas biaya-biaya resmi yang telah ditentukan sebelumnya. Salah satunya adalah terkait dengan pembuatan dokumen pengurusan Paspor dan Visa Tenaga Kerja Indonesia (TKI) di Malaysia yang sebelumnya, khususnya untuk paspor atau bisa yang sebelumnya telah dinyatakan hilang maupun rusak.
“Hari ini penyidik KPK memeriksa seorang saksi yaitu Idhul Adheman, mantan pembantu atau asisten tersangka DW (Dwi Widodo) mantan Atase Imigrasi Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Kuala Lumpur, sebelumnya penyidik KPK telah menetapkan DW (Dwi Widodo) sebagai tersangka kaus dugaan suap pengurusan Paspor dan Visa baru yang sebelumnya dinyatakan hilang maupun rusak di KBRI Kuala Lumpur, Malaysia,” katanya kepada wartawan di Gedung Baru KPK, Jakarta, Senin (20/2/2017).
Jurnalis: Eko sulestyono/Editor: Irvan Sjafari/Foto: Eko Sulestyono
Baca Juga
Lihat juga...