Penyidik KPK Tetapkan Wali Kota Madiun Bambang Irianto Sebagai Tersangka Pencucian Uang

55
JUMAT 17 FEBRUARI 2017
JAKARTA—Penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) kembali menetapkan Wali Kota Madiun, Jawa Timur Bambang Irianto sebagai tersangka dalam kasus perkara dugaan melakukan Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU). Bambang Irianto diduga sengaja merubah bentuk peruntukan uang suap menjadi sebuah barang (bukan uang).
Juru Bicara KPK Febri Diansyah.
Sebelumnya diberitakan, bahwa tersangka Bambang Irianto juga telah ditetapkan penyidik KPK sebagai tersangka dalam kasus perkara dugaan penerimaan suap terkait dengan proyek pembangunan Pasar Besar Madiun (PBM) yang terletak di Jalan Panglima Sudirman, Kota Madiun, Jawa Timur.
Demikian dikatakan Febri Diansyah, Juru Bicara KPK saat menggelar jumpa pers dengan para awak media di Gedung Baru Jakarta. Dengan demikian maka tersangka Bambang Irianto didakwa telah melakukan 2 kasus Tindak Pidana Korupsi (Tipikor), masing-masing adalah kasus perkara dugaan suap dan kasus dugaan TPPU.
“Tersangka BI (Bambang Irianto) dijadwalkan akan kembali menjalani dimintai ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus perkara dugaan Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU), sebelumnya BI telah ditetapkan sebagai tersangka dugaan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) atau suap terkait proyek pembangunan proyek Pasar Besar Madiun (PBM)” kata Juru Bicara KPK Febri Diansyah kepada wartawan di Gedung KPK Jakarta, Jumat petang (17/2/2017).
Sebelumya diberitakan, penyidik KPK telah menetapkan Bambang Irianto sebagai tersangka dalam kasus penerimaan suap atau Gratifikasi terkait proyek pembangunan Pasar Besar Madiun (PBM). Petugas KPK sempat melakukan penggeledahan di berapa lokasi di Kota Madiun dan di Penjaringan, Jakarta Utara.
Bambang Irianto sebelumnya diketahui pernah menjabat sebagai Wali Kota Madiun selama 2 periode, yaitu sejak 2009 hingga 2014. Kemudian Bambang Irianto terpilih kembali menjabat sebagai WWli Kota Madiun periode 2014 hingga 2019 mendatang.
Penyidik KPK menduga bahwa yang bersangkutan (Bambamg Irianto) terlibat dalam kasus suap atau Tipikor, baik secara terlibat secara langsung maupun secara tidak langsung dalam sebuah kongsi atau kerjasama terkait dengan pemborongan proyek pembangunan Pasar Besar Madiun (PBM).
Proyek pembangunan PBM yang terletak di Jalan Panglima Besar Jendral Sudirman, Kecamatan Taman Kota Madiun tersebut belakangan diketahui menghabiskan dana Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Pemerintah Kota Madiun sebesar 76,5 miliar rupiah.
Jurnalis: Eko suelstyono/Editor: Irvan Sjafari/Foto: Eko Sulestyono
Lihat juga...

Komentar Anda

Alamat email anda tidak akan disiarkan.