Peran Jurnalis di Lampung Diakui Turut Mengangkat Potensi Daerah Terpencil

98

KAMIS, 9 FEBRUARI 2017

LAMPUNG — Peran seorang jurnalis, wartawan atau pers, dinilai memiliki peranan penting dalam kehidupan di segala bidang, terutama bagi masyarakat yang tinggal di pedalaman. Salah-satunya warga Desa Tanjungan, Kecamatan Katibung, Lampung Selatan, Lusiana (33). Seorang pembina sekaligus tutor batik tulis bagi kaum perempuan di beberapa desa yang jumlahnya mencapai sekitar 50 orang itu mengaku sangat terbantu dengan keberadaan jurnalis.

Lusiana, saat diwawancari media televisi.

Lusiana yang dalam waktu sekitar 6 bulan telah melatih sebanyak 3 kelompok pembatik perempuan dengan nama Kelompok Batik Krakatau, mengakui jika peran pemberdayaan perempuan yang dilakukannya itu menjadi dikenal luas setelah para jurnalis, baik cetak, televisi serta media online meliput dan memperkenalkan usahanya di bidang pembuatan batik tulis tradisional bermotif Siger serta motif- motif tapis khas Lampung lainnya. (Baca: Usaha Batik Krakatau Motif Khas Lampung Berdayakan Kaum Ibu)

Menurutnya, peran media massa yang dijalankan oleh para jurnalis dalam memberitakan usaha-usaha kreatif, telah memperkenalkan setiap potensi lokal yang ada di wilayah, khususnya di bidang pemberdayaan perempuan dalam perannya turut meningkatkan ekonomi keluarga.

“Bentuk dukungan para jurnalis tersebut tentunya sangat besar manfaatnya. Kami yang semula tidak dikenal oleh dunia luar, menjadi semakin dikenal oleh masyarakat, baik kegiatan kami serta hasil-hasil produksi kami yang bisa dibeli dan akhirnya bisa memberi manfaat bagi masyarakat. Jika tidak ada jurnalis, kemungkinan usaha kami tidak dikenal luas,” ungkapnya, Kamis (9/2/2017).

Bagi Lusiana, peran jurnalis dan media massa memiliki dampak yang luas dalam menyebarkan informasi hingga ke dunia luar, tentang aktivitas serta kesibukan kaum perempuan di wilayah pedalaman, sehingga bagi kelompok bisa memperluas jaringan.  Ia berharap, setelah dikenal luas melalui media massa dan diberitakan oleh jurnalis, kaum perempuan yang melakukan aktivitas membatik tersebut bisa terangkat tingkat perekonomiannya dan mengubah pola pikir (mindset), bahwa kaum perempuan tidak hanya berdiam diri di rumah, namun juga beraktivitas dan menghasilkan uang.

“Keberadaan jurnalis tentunya memberi dukungan bagi kami sekaligus promosi produk, dan kami ingin usaha kreatif kaum perempuan di pedesaaan tentunya bukan hanya dalam usaha batik, tapi kerajinan lain bisa semakin dikenal setelah dipublikasikan di media,” terangnya.

Lusiana yang masih memiliki impian untuk melatih kaum perempuan di setiap desa dalam usaha membatik, juga mengungkapkan jika keberadaan jurnalis di Lampung selama ini, terutama dengan diberitakannya aktivitas kaum perempuan di bidang batik tulis oleh Cendana News, diakuinya ikut memberi dampak positif. Ia berharap, fungsi dan peran jurnalis di Lampung bisa memberikan porsi yang besar dalam bidang memperkenalkan pengembangan usaha-usaha kreatif masyarakat, agar memberi dampak bagi pengembangan dan peningkatan ekonomi masyarakat pedesaan dan juga mengurangi pengangguran.

Sementara itu, hal serupa juga dialami oleh Radmiadi, salah-satu pencetus kegiatan literasi bergerak dengan Perahu Pustaka yang merupakan salah-satu armada pustaka bergerak di Lampung. Ia mengungkapkan, selama ini keberadaan perahu pustaka sebagai bagian dari armada pustaka bergerak kurang dikenal. Namun, dengan adanya publikasi sekaligus peran dan kinerja jurnalis, kegiatan yang dilakukannya dengan mengunjungi pulau-pulau terpencil membuat perahu pustaka mendapat banyak bantuan buku dari para donatur. Bantuan tersebut tentunya sangat memperkaya koleksi buku-buku bacaan yang akan dibawa ke pulau-pulau lain, di antaranya Pulau Rimau Balak, Sebesi dan Sebuku.

“Awalnya, hanya memiliki koleksi ratusan buku. Tapi, terus bertambah dan beberapa relawan yang peduli memberikan buku-buku tambahan. Jadi, semua ini berkat kawan kawan jurnalis yang ikut berdedikasi menularkan budaya membaca, bahkan di pedalaman,” ungkapnya.

Jurnalis: Henk Widi/ Editor: Koko Triarko/ Foto: Henk Widi

Lihat juga...

Komentar Anda

Alamat email anda tidak akan disiarkan.