Perkembangan Indeks Tendensi Bisnis Triwulan IV 2016 Meningkat

SENIN 6 FEBRUARI 2017
JAKARTA—Badan Pusat Statistik (BPS) Pusat dalam jumpa persnya juga merilis perkembangan berkaitan dengan Indeks Tendensi Bisnis (ITB) selama Triwulan IV tahun 2016 di Gedung BPS Pusat, Jalan Dr. Soetomo, Pasar Baru, Jakarta Pusat, Senin siang (6/2/2017).
Suhariyanto (kiri), Kepala BPS Pusat saat jumpa pers di Jakarta.
Pengertian Indeks Tendensi Bisnis (ITB) adalah merupakan sebuah indikator perkembangan ekonomi usaha terkini yang datanya diperoleh dari Survei Tendensi Bisnis (STB) yang  bekerja sama dengan Bank Indonesia (BI). STB dilakukan setiap Triwulan di beberapa kita besar yang terpilih di seluruh Provinsi di Indonesia.
Jumlah sampel STB Triwulan IV tahun 2016 sebesar 5.105 perusahaan besar dan sedang, dengan responden pimpinan perusahaan. ITB merupakan indeks yang menggambarkan kondisi bisnis dan perekonomian pada triwulan berjalan dan perkiraan triwulan mendatang.
BPS Pusat melaporkan bahwa ITB pada Triwulan IV tahun 2016 sebesar 106,70, berarti kondisi bisnis mengalami peningkatan dari triwulan sebelumnya. Namun tingkat optimisme pelaku bisnis lebih rendah atau mengalami penurunan jika dibandingkan dengan ITB pada Triwulan III yaitu sebesar 107,89.
“Peningkatan kondisi bisnis pada Triwulan IV terjadi pada semua lapangan usaha, kecuali lapangan usaha pertanian, kehutanan dan perikanan yang mengalami penurunan ITB sebesar 97,57, peningkatan kondisi bisnis tertinggi terjadi pada lapangan usaha Jasa Pendidikan dengan nilai ITB sebesar 112,17, peningkatan kondisi bisnis terendah terjadi pada lapangan usaha pertambangan dan penggalian dengan nilai ITB 101,17,” kata Suhariyanto, Kepala BPS Pusat saat jumpa pers, Senin (6/2/2017).
Peningkatan kondisi bisnis pada Triwulan IV tahun 2016 didorong oleh peningkatan pendapatan usaha dengan nilai indeks sebesar 108,58. Sedangkan Rata-rata jumlah jam kerja dengan nilai indeks sebesar sebesar 105,96 dan penggunaan kapasitas produksi dan usaha dengan nilai indeks sebesar 104,75.
Nilai ITB pada Triwulan I Tahun 2017 sebesar 105,81 berarti kondisi bisnis diperkirakan akan lebih baik jika dibandingkan dengan Triwulan sebelumnya. Namun tingkat optimisme pelaku bisnis diperkirakan lebih rendah jika dibandingkan dengan Triwulan IV Tahun 2016 dengan ITB sebesar 106 70.
Kondisi bisnis di semua lapangan usaha pada Triwulan I tahun 2017 diperkirakan mengalami peningkatan, kecuali pada lapangan usaha pertambangan dan penggalian yang relatif stagnan dengan ITB sebesar 100,94.
Peningkatan kondisi bisnis tertinggi diperkirakan terjadi pada lapangan usaha Real Estat dengan nilai ITB sebesar 111,20. Sedangkan peningkatan terendah diperkirakan terjadi pada lapangan usaha konstruksi dengan nilai ITB sebesar 103,39.

Jurnalis: Eko Sulestyono/Editor: Irvan Sjafari/Foto: Eko Sulestyono

Komentar