Persaudaraan Kunci Sukses Unipala Terus Berkibar

MINGGU, 5 FEBRUARI 2017

MAUMERE —  Mendirikan sebuah organisasi bukan perkara sulit namun mempertahankannya agar tetap eksis merupakan sebuah tantangan tersendiri. Hal ini pun berlaku pada Unipala, organisasi mahasiswa pencinta alam Universitas Nusa Nipa (Unipa) Maumere.

Kegiatan pengibaran bendera Merah Putih yang dilakukan Unipala

Sejak didirikan tahun 2010, kini Unipala sudah memiliki anggota sebanyak sekitar 70 orang dan sudah memasuki angkatan ke enam. Unipala pun telah melakukan banyak kegiatan baik pendakian gunung, pengibaran bendera Merah Putih di gunung dan air terjun, aksi bersih pantai dan kegiatan lainnya.

“Tiiap organisasi selalu ada pasang surut dan mempertahankannya memang susah, namun saya bersyukur Unipala masih tetap eksis hingga saat ini, “ ujar Chen Chabarezy, pendiri Unipala.

Saat ditemui Cendana News di sekertariat Unipala, Sabtu (4/2/2017), Chen sapaannya, mengaku bangga bisa melihat Unipala tetap berkibar dengan melakukan aktifitasnya secara rutin sesuai rencana tahunan yang dibuat.

“Kunci sukses Unipala tetap eksis yakni kebersamaan, semnagat persaudaraan yang dinomorsatukan dan tertanam sejak awal menjadi anggota dan terus dikumandangkan,” ungkapnya.

Hindari Kontak Fisik

Dalam melakukan pendidikan anggota Unipala sangat menghindari kontak fisik, kegiatan yang berbau latihan fisik dan mengarah kepada kekerasan. Pelajaran didapat melalui teori di dalam ruangan dan praktek langsung di lapangan atau out door.

“Kalau di Unipala kami tidak ada kontak fisik. Memang kegiatan di alam bebas keras tapi tantangan itu di dapat di alam dan itu sudah cukup bagi anggota, “ ucap Yohanes Didimus Sadipun.

Ketua Unipala masa bakti 2016 sampai 2017 ini kepada Cendana News di sekertariat Unipala menjelaskan, pendidikan anggota baru ada beberapa tahap, yakni pertama tes kesehatan terus pendidikan dasar di ruangan dan dilanjutkan dengan  terjun ke lapangan untuk aplikasi materi yang didapat di dalam ruangan.

“Ada kegiatan wajib dan tidak wajib dimana kegiatan wajib meliputi pengkaderan, pendakian bersama, pengibaran bendera yang dialkukan setiap tanggal 17 Agustus,” terangnya.

Sementara kegiatan tidak wajib beber Vije, sapaannya, meliputi bekerjasama dengan BPBD, PMI, SAR dan Tagana dalam menangani kebencanaan, penanaman pohon dan bakau serta memberikan pelatihan di desa-desa terkait isu lingkungan.

Selain laki-laki, anggota Unipala pun juga diisi para perempuan sehingga kegiatan yang berbau fisik pun sejak awal tidak ada dan ini sudah menjadi komitmen para pendiri untuk menghapus kesan senior yunior yang lebih bersifat ketaatan dan kepatuhan tanpa syarat.

“Kami ingin dengan adanya organisasi ini anggota bisa saling menghargai, mengasihi satu sama lain sebab para mahasiswa berasal dari berbagai wilayah di provinsi NTT,” ungkap Chen.

Cinta Lingkungan

Selain kegiatan wajib, Unipala pun kerap melakukan berbagai kegiatan lainnya seperti terlibat aktif saat ada bencana erupsi gunung api Rokatenda di pulau Palue kabupaten Sikka dimana anggotanya terlibat dalam membantu para pengungsi.

Mendidik anggota mencintai lingkungan pun  beber Chen merupakan sebuah keharusan dimana anggota harus belajar menyatu dengan alam, mencintai alam dan lingkungannya agar dalam setiap kegiatannya bisa mendatangkan kesan positif.

 “Kami pernah bekerja sama dengan faklutas Pertanian dan Perikanan Unipa melakukan penanaman Mangrove atau bakau sekitar 500 meter di sepanjang pantai di kecamatan Magepanda,” terang Vije.

Untuk gunung kegiatan yang dilakukan Unipala beber Vije yakni melakukan konservasi di beberapa mata air seperti menanam pohon di sekitar mata air Ae Mitak sebab Unipala sering melakukan kegiatan disana .

Ada juga kegiatan tahunan susur pantai lanjutnya, dimana dalam kegiatan ini para anggota baru sekalian sekalian diajarkan dengan membersihkan sampah yang ada di sepanjang garis pantai.

“Saat kegiatan pengibaran bendera Merah Putih di air terjun  Murusobe, kami bersama masyarakat melakukan aksi bersih-bersih sampah di sekitar air terjun,” sebutnya.

Chen dan Vije saat berada di sekertariat Unipala

Masyarakat  kata Vije sangat mendukung kegiatan yang dilakukan Unipala dan merasa kegiatan tersebut merupakan hal yang luar biasa dan baru pertama kali mahasiswa datang ke tempat mereka dan melakukan kegiatan yang melibatkan mereka.

“Kami juga buatkan tanda penujuk arah serta membagikan tempat sampah untuk diletakan di air terjun Murisobe serta melakukan sosialisasi tentang pengelolaan tempat wisata air terjun,” pungkasnya.

Jurnalis : Ebed de Rosary / Redaktur : ME. Bijo Dirajo / Foto : Ebed de Rosary

Komentar