Pertanian dan Perikanan Kunci Kesejahteraan Rakyat NTT

KAMIS, 16 FEBRUARI 2017

JAKARTA — Pertumbuhan ekonomi Nusa Tenggara Timur (NTT) sebesar 5,18 persen jadi bukti bahwa sejumlah wilayah di bagian timur Indonesia mulai dapat mengejar ketertinggalannya dengan daerah lain. Momentum ini harus dijaga di tengah upaya pemerintah dalam menanggulangi ketimpangan antar wilayah yang terjadi. Namun kondisi ini belum cukup untuk pengentasan kemiskinan, menurunkan tingkat ketimpangan dan membuka lebih banyak lapangan pekerjaan.

Presiden Jokowi menyampaikan pemikirannya mengenai program prioritas pembangunan nasional di NTT.

Hal ini diungkapkan Presiden Joko Widodo dalam rapat terbatas mengenai evaluasi pelaksanaan proyek dan program prioritas nasional di Provinsi Nusa Tenggara Timur, di Kantor Presiden, Jakarta, Kamis (16/02/2017).

“Itu belum cukup, kita perlu bekerja lebih keras lagi. Terutama untuk pengentasan kemiskinan, menurunkan tingkat ketimpangan dan membuka lebih banyak lapangan pekerjaan,” ujar Presiden.

Untuk mendorong percepatan dan pemerataan pembangunan di NTT, Presiden menekankan kepada jajarannya untuk betul-betul memperhatikan peningkatan sektor pertanian dan perikanan. Sebab, bila melihat dari sisi produksi, 30 persen Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) NTT berasal dari sektor tersebut. Hal itu menunjukkan bahwa pertanian dan perikanan merupakan kunci kesejahteraan rakyat NTT.

Untuk itulah Presiden menginstruksikan penyiapan infrastruktur pertanian dan kelautan menjadi prioritas. Mulai dari pembangunan bendungan, embung (kantong air), sampai dengan pelabuhan.

‚ÄúPembangunan waduk dan bendungan serta saluran irigasi di NTT merupakan suatu keharusan yang tidak boleh ditunda-tunda lagi karena bendungan ini dapat dimanfaatkan untuk memenuhi berbagai kebutuhan seperti air bersih, pengairan lahan pertanian dan perkebunan serta pembangkit lisrik,” ujarnya.

Sebagai salah satu beranda terdepan Indonesia, adalah suatu hal yang membanggakan bila Pos Lintas Batas Negara Mota’ain kini sudah berdiri megah menandingi pos perbatasan negara tetangga. Namun nyatanya itu semua belumlah cukup.

“Selain memperbaiki Pos Lintas Batas Negara, saya juga minta pembangunan wilayah-wilayah perbatasan juga diperhatikan termasuk infrastruktur transportasi serta upaya-upaya lain yang menggerakkan ekonomi dan kesejahteraan warga,” pintanya.

Lebih lanjut, Presiden berpandangan bahwa NTT juga memiliki sejumlah potensi wisata yang masih mampu untuk terus dikembangkan. Sebut saja Labuan Bajo, Pulau Komodo, dan Danau Kelimutu yang mampu menarik para wisatawan mancanegara ada di wilaya htersebut.

“Untuk mendukung sektor pariwisata diperlukan percepatan pembangunan infrastruktur penunjang, seperti akses transportasi yang mudah, baik bandara, jalan, jembatan dan pelabuhan,” jelasnya.

Di sisi lain, untuk menunjang pariwisata daerah setempat juga diperlukan sumberdaya manusia yang andal. Selain itu, promosi yang intensif juga mesti dilakukan.

“Selain itu juga diperlukan penyiapan dari sektor promosi, penyiapan SDM yang andal, dan menyiapkan masyarakat secara budaya. Saya juga minta pengembangan sektor pariwisata ini harus memiliki dampak nyata pada bergeraknya sektor UMKM di Nusa Tenggara Timur,” tegasnya.

Jurnalis: Shomad Aksara / Editor: Satmoko / Foto: Istimewa

Komentar