Perubahan Sistem Lelang Instrumen Moneter Bank Indonesia

173
SENIN  6 FEBRUARI 2017

JAKARTA—Bank Indonesia (BI) kembali melakukan perubahan yang signifikan berkaitan dengan sistem lelang instrumen moneter yang mulai diberlakukan pada awal Februari 2017. Tujuan daripada perubahan sistem lelang instrumen moneter tersebut bertujuan agar penyerapan likuiditas BI lebih efektif dan efisien.
Dody Zulverdi (kiri) saat berbincang dengan wartawan di Gedung Bank Indonesia (BI) Jakarta.
Ada beberapa perubahan yang dilakukan oleh BI pada sistem lelang instrumen moneternya, diantaranya adalah Sertifikat Bank Indonesia (SBI) kemudian Sertifikat Bank Indonesia Syariah (SBIS) dan terakhir adalah perubahan Sertifikat Deposito Bank Indonesia (SDBI).
“Bank Indonesia (BI) kembali melakukan perubahan terkait dengan sistem lelang instrumen moneternya, selama ini BI memang menerapkan sistem bunga tetap atau fix rata tender, sedangkan saat ini BI menerapkan sistem bunga variabel atau variable rate tender” kata  Direktur Eksekutif Departemen Pengelolaan Moneter Bank Indonesia (BI)Dody Zulverdi  saat berbincang dengan wartawan di Gedung BI Jakarta, Senin sore (6/2/2017).
Dengan menggunakan metode variable rate tender maka BI mempersilahkkan kepada bank-bank untuk mengajukan lelang bunga lelang, kemudian BI akan menentukan berapa bunga yang akan didapat oleh bank-bank tersebut.
Bank Indonesia (BI) mematikan bahwa lelang bunga yang didapat bank-bank tersebut tetap dipatok berdasarkan dengan acuan suku bunga BI yang berlaku saat ini yaitu Seven Days Revo Reserve Rate.
Ada beberapa tujuan yang ingin dicapai oleh BI terkait dengan perubahan ini. Pertama adalah dengan adanya perubahan bunga variabel ini maka diharapkan kedepannya penyerapan likuiditas BI akan lebih efektif dan efisien.
Sedangkan tujuan kedua adalah diharapkan BI kedepannya akan bisa mendapatkan informasi dari dunia perbankan di Indonesia, khususnya yang berkaitan dengan kondisi likuiditas yang saat ini sedang terjadi di pasar keuangan antar bank.
Jurnalis: Eko Sulestyono/Editor: Irvan Sjafari/Foto: Eko Sulestyono
Baca Juga
Lihat juga...