Polres Sikka Amankan Perekrut TKI Ilegal di Bawah Umur

RABU, 1 FEBRUARI 2017

MAUMERE — Jajaran Kepolisian Resort Sikka mengamankan seseorang yang diduga sebagai perkerut anak-anak di bawah umur untuk dijadikan tenaga kerja ilegal. Terduga pelaku diamankan bersama tiga anak di bawah umur yang sedianya hendak diberangkatkan ke Malaysia melalui jalur laut.

Ketiga anak di bawah umur asal Desa Mego yang akan dipekerjakan di Malaysia.

Kepala Kepolisian Resort Sikka, Ajun Komisaris Besar Polisi Imade Kusuma Jaya, SH.,S.IK., melalui Kepala Sub Bagian Humas Polres Sikka, Inspektur Satu Margono, mengatakan, terduga inisial IR alias Rangga, ditangkap petugas Polsek Paga, Inspektur Satu Silfianus, saat sedang membawa ketiga anak di bawah umur yang hendak dikirim ke Malaysia melalui jalur laut tanpa disertai dokumen, pada Selasa, 31 Januari 2017.

“Warga melaporkan ke Polsek Paga, bahwa ada seseorang yang hendak membawa calon TKI di bawah umur dengan tujuan Malaysia, sehingga polisi langsung menyelidiki dan menangkap pelaku,” jelas Margono, Rabu (1/2/2017).

Dari pemeriksaan sementara, lanjut Margono, terduga pelaku sudah 21 tahun ini bekerja di Malaysia sebagai TKI dan pelaku akan membawa ketiga anak tersebut menggunakan kapal motor Lambelu tujuan Nunukan, Kalimantan Timur. Pelaku hendak mempekerjakan ketiga anak tersebut di sebuah perusahaan perkebunan sawit di Tawau, Malaysia Timur. “Kepada calon TKI, pelaku menyampaikan bahwa mereka akan mendapat upah dua setengah juta rupiah setiap bulan,” terangnya.

Ketiga anak di bawah umur ini, beber Margono, juga dimintai uang masing-masing sebesar Rp. 500.000 untuk biaya perjalanan. Sementara itu, dari tangan pelaku, petugas mengamankan 1 buah buku paspor bernomor AB353864 yang dikeluarkan Kantor Imigrasi Nunukan tertanggal 21 September1999, yang telah habis masa berlakunya.

IR, terduga pelaku perekrut TKI di bawah umur.

Selain itu, juga turut diamankan 3 lembar surat keterangan penduduk sementara yang dikeluarkan oleh Kepala Desa Wolodhesa dan Kowi, Kecamatan Mego, uang sebesar Rp. 1,2 Juta, 1 unit handphone yang sudah tidak memiliki SIM Card yang diduga dibuang pelaku saat mengetahui akan diamankan. “Petugas juga mengamankan satu lembar KTP atas nama terduga pelaku, yang masa berlakunya telah habis tahun 2014. Saat ini, pelaku sedang diamankan di Polsek Paga,” paparnya.

Sementara itu, ketiga korban yang hendak dibawa ke Malaysia yakni, YS (16) warga Dusun Detuse, Desa Wolodhsa, Kecamatan Mego yang hanya sempat mengenyam pendidikan di Kelas 2 Sekolah Dasar, MYD (17) dan IS (15). Keduanya merupakan warga Desa Kowi, Kecamatan Mego.

Margono mengatakan, akibat perbuatannya itu pelaku akan dijerat dengan Undang-Undang Ketenagakerjaan Nomor 3 Tahun 2013, tentang mempekerjakan anak di bawah umur tanpa dokumen resmi.

Jurnalis: Ebed De Rosary/ Editor: Koko Triarko/ Foto: Ebed De Rosary

Lihat juga...