Pulau Bakut Direncanakan Jadi Tempat Penyelamatan Bekantan

SABTU, 18 FEBRUARI 2017

BANJARMASIN — Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK), Siti Nurbaya Bakar melepasliarkan empat ekor bekatan di area konservasi Pulau Bakut, Barito Kuala, Kalimantan Selatan, Sabtu (18/02/2017). Ia mengapresiasi atas inisiatif komunitas, masyarakat, dan dunia usaha yang berkolaborasi menyelamatkan bekantan dari perburuan dan kematian.

Pelepasan empat ekor bekantan

“Kami ada rencana menjadikan tempat ini sebagai tempat penyelamatan. Jadi bekantan-bekantan yang butuh perlakuan khusus, bisa di tempat ini,” kata Menteri Siti Nurbaya di sela pelepasliaran bekantan di Pulau Bakut, Sabtu (18/2/2017).

Menurut dia, tingginya laju konversi hutan ke perkebunan dan pertambangan memicu konflik satwa dan manusia. Itu sebabnya, Menteri Siti Nurbaya mendukung upaya moratorium izin perkebunan kelapa sawit di area hutan.

“Saya sudah tahu lama,” kata Siti.

Bekantan yang ia lepas bernama Lola Amelia dengan pertimbangan binatang itu dirawat oleh seorang wanita bernama Amelia. Bekantan-bekantan ini sebelumnya korban kecelakaan dan perburuan yang mendapat perawatan di Banjarmasin Bekantan Rescuer.

Selain melepas Bekatan, dia menanam pohon penghijauan di kawasan wisata alam yang memiliki luas 15,85 hektar tersebut. Aneka pohon yang ditanam seperti Bintaro, Nyamplong, dan Ketapang Cina. Penanaman pohon bertujuan penghijauan, kelestarian lingkungan sekaligus upaya memberi keteduhan terhadap Pulau Bakut sebagai habitat Bekatan.

“Agar menjadi betah, berkembang biak, dan lestari,” ujar Sekretaris Daerah Barito Kuala, Supriyono.

Turut hadir Sekdaprov Kalimantan Selatan Abdul Haris Makie, Walikota Banjarmasin Ibnu Sina, Sekda Barito Kuala, Supriyono, dan pejabat Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan.

Jurnalis : Diananta P Sumedi / Redaktur : ME. Bijo Dirajo / Foto : Diananta P Sumedi

Komentar