Puluhan Barak Lokalisasi Km 17 Kota Balikpapan Dibongkar

RABU, 8 FEBRUARI 2017

BALIKPAPAN — Menindak-lanjuti intruksi Gubernur Kalimantan Timur tentang penutupan kompleks lokalisasi Kilometer 17 Kota Balikpapan, dan berdasarkan Surat Keputusan (SK) Walikota mengenai keputusan penutupan dan pembongkaran, akhirnya Barak Lokalisasi Km 17 diratakan dengan tanah menggunakan dua alat berat yang dipimpin langsung oleh Walikota Kota Balikpapan, Rizal Effendi dan Wakil Walikota, Rahmad Mas’ud, Rabu (8/2/2017).

Proses pembongkaran Barak Kilometer 17 Balikpapan.

Pembongkaran barak lokalisasi itu berjalan tanpa perlawanan dari warga yang tinggal di barak tersebut. Sebagian warga hanya mampu melihat barak yang dihancurkan dan sibuk menyelamatkan barang miliknya. Sebanyak 44 barak yang sudah berdiri puluhan tahun itu diratakan dengan tanah. Pembongkaran dimulai dari barak Blok D1, kemudian berlanjut ke barak lainnya menggunakan alat berat. Pembongkaran tersebut mendapat pengawalan dari ratusan aparat gabungan dari Kepolisian, TNI dan Satpol PP.

Rizal mengatakan, pembongkaran barak lokalisasi Kilometer 17 sesuai instruksi Gubernur Kalimantan Timur yang menginginkan tidak ada lagi kegiatan prostitusi. “Berdasarkan instruksi itu kami bongkar. Pembongkaran kami anggarkan dua ratus  jutarupiah di tahun ini,” ungkapnya, di sela pembongkaran.

Ia juga menjelaskan, sebelum dilakukan pembongkaran, surat peringatan agar barak dikosongkan sudah diberikan, bahkan penutupan lokalisasi ini juga sudah ditutup sejak 2013. “Kita sudah memberi toleransi, tapi masih ada saja yang aktif. Ini juga tanah Pemkot,” tandas Rizal, sembari menambahkan, pihaknya mempersilahkan jika ada pihak-pihak yang tidak menerima dengan pembongkaran yang dilakukan. “Sebagai warga negara, siapa pun bisa menyampaikan dan kita menghargainya. Kalau nanti ada tuntutan ya kita uji di pengadilan,” tutupnya.

Jurnalis: Ferry Cahyanti/ Editor: Koko Triarko/ Foto: Ferry Cahyanti

Komentar