banner lebaran

Puluhan Hektar Lahan Jagung di 4 Desa di Sikka Terancam Gagal Panen

51

SENIN, 13 FEBRUARI 2017

MAUMERE — Puluhan hektar lahan jagung di 4 desa, yakni Namangkewa, Seusina dan Waiara di Kecamatan Kewapante dan Desa Heopuat, Kecamatan Hewokloang di Kabupaten Sikka, terancam gagal panen akibat kekurangan pupuk.

Marsel Ishak menunjukan tanaman jagung miliknya yang terancam gagal panen.

 Tanaman jagung yang seharusnya sudah mengeluarkan tongkol, tingginya tidak maksimal dan banyak yang terancam mati. Sementara itu, banyak tanaman jagung lainnya yang sudah berbunga, meski tingginya baru sekitar 40 meter. Saat ditemui Cendana News di kebunnya seluas 2,5 hektar di Desa Namangkewa, Minggu (12/2/2017), Marsel Ishak, salah seorang petani mengatakan, luas lahannya yang ditanami jagung sebanyak 1,5 hektar sudah dipastikan mengalami gagal panen. “Saya hanya dapat pupuk urea satu karung saja berukuran 50 kilogram, sehingga hanya cukup untuk lahan seluas satu hektar,” ujarnya.

Untuk mendapatkan pupuk, sebut Marsel, petani harus membelinya dengan membentuk kelompok, lalu mengurus rekomendasinya di Dinas Pertanian Kabupaten Sikka. Bila sudah mendapat rekomendasi, maka petani baru bisa membelinya di Toko Dirgahayu sebagai distributor resmi dengan harga Rp. 90.000 untuk ukuran 50 kilogram, ditambah ongkos transportasi sebesar Rp. 10.000. “Setiap orang hanya dibatasi mendapat satu karung, saja sehingga bila petani yang memiliki lahan jagung satu hektar, pasti tanaman jagungnya bertumbuh subur dan panennya berhasil, sebab curah hujan tahun ini cukup,” terangnya.

Kepala Bidang Tanaman Pangan dan Holtikultura Dinas Pertanian Kabupaten Sikka, Inoseng Sega, kepada Cendana News Senin (13/2/2017) mengatakan, pembelian pupuk dilakukan per kelompok dan jumlah anggota kelompok bisa 10-20 orang “Kami tidak bagi pupuk, tapi mereka beli sendiri di distributor setelah mendapat rekomendasi dari Dinas Pertanian,” sebutnya.

Ino menjelaskan, seharusnya dalam rencana defenitif kebutuhan kelompok sudah dijelaskan berapa kebutuhan pupuk bagi keseluruhan anggota kelompok, sehingga tidak ada kekurangan pupuk. Selain itu, seharusnya pula semua petani yang membutuhkan pupuk melapor ke Petugas Penyuluh Lapangan (PPL) dan Dinas Pertanian Kabupaten Sikka dahulu, sebab semua kebutuhan sudah dihitung dan bila ada kelebihan pembelian pasti tidak akan dilayani. “Kebutuhan pupuk itu kan harusnya sudah diketahui PPL, sehingga kebutuhan pupuk untuk setiap kecamatan sudah ada kuotanya,” jelasnya.

Jurnalis: Ebed De Rosary/ Editor: Koko Triarko/ Foto: Ebed De Rosary

Lihat juga...

Komentar Anda

Alamat email anda tidak akan disiarkan.