Puluhan Pelaku Usaha Lokal Lamsel Ikuti Seleksi di Rest Area Masjid Kubah Intan Kalianda

36

SELASA, 7 FEBRUARI 2017

LAMPUNG — Sebanyak 50 pelaku usaha kecil menengah dari 17 kecamatan di Lampung Selatan, mengikuti proses seleksi agar bisa menempati kios baru di Rest Area Masjid Kubah Intan Kalianda, Kabupaten Lampung Selatan, Selasa (7/2/2017). Proses seleksi dilakukan, guna memilih produk lokal, baik kuliner maupun souvenir yang mampu mempromosikan produk lokal unggulan dari masing-masing kecamatan.  

Bupati Lampung Selatan, Zainudin Hasan saat meninjau kelompok usaha kerajinan kayu ukir.

Staf Ahli Bidang Ekonomi Pembangunan (Ekobang) Sekretaris Daerah Kabupaten Lampung Selatan, Erlan Murdiantono, mengatakan, sebanyak 50 pelaku usaha kecil menengah dari 17 Kecamatan di Lampung Selatan akan dipilih untuk menempati sebanyak 22 kios baru yang berada di lingkungan Rest Area Masjid Kubah Intan Kalianda, yang telah ditata dengan adanya Halte Bus jurusan Kalianda-Bandara Raden Intan II, sekaligus lokasi istirahat di tepi Jalan Lintas Sumatera tersebut.

“Kita belum bisa memastikan siapa yang lolos di antara puluhan pedagang yang diseleksi pada hari ini, karena tentu kriterianya banyak. Dan, Bapak Bupati juga langsung ikut menilai di bidang rasa kuliner, serta keindahan karya kerajinan yang ditampilkan,”ungkap Erlan.

Erlan juga mengatakan, puluhan peserta yang ikut seleksi tersebut tidak perlu khawatir, karena seleksi dilakukan secara terbuka dan dilakukan penilaian oleh tim. Bahkan, seleksi langsung dilakukan oleh Bupati Lampung Selatan, Zainudin Hasan, yang langsung mencicipi aroma, rasa setiap masakan yang ditampilkan oleh setiap pedagang yang mengikuti proses seleksi trsebut.

Didampingi beberapa pejabat di Kabupaten Lampung Selatan, di antaranya Sekretaris Daerah Kabupaten Lampung Selatan, Fredy MS, Kepala Kejaksaan Negeri Kalianda, Sri Indarti, dan seluruh Kepala Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) Kabupaten Lampung Selatan, Bupati Lampung Selatan, Zainudin Hasan mengatakan, apapun hasil dari penilaian tim seleksi, selanjutnya agar bisa menjadi amanah bagi para pedagang yang lolos seleksi, karena dengan adanya penilaian tersebut menjadi acuan, bahwa para pedagang tersebut diberi kepercayaan untuk berjualan di kios-kios yang telah disediakan.

“Semua kuliner yang disajikan pasti enak, dan tentunya ini harus dipertahankan. Tapi, dari peserta seleksi akan dipilih, karena antusiasme pendaftar dan jumlah kios yang disediakan tidak sama,” ungkap Zainudin.

Bupati Lampung Selatan, Zainudin Hasan, mencicipi kuliner khas setempat. 

Keberadaan kios-kios sekaligus tempat untuk memperkenalkan produk khas setiap kecamatan tersebut, lanjut Zainudin, akan menjadi langkah untuk meningkatkan perekonomian setiap kecamatan. Setiap kecamatan akan diwakili 1 kios, dan akan menjadi tempat penjualan produk-produk lokal agar bisa semakin dikenal luas. “Lokasi Rest Area merupakan tempat perhentian pengendara yang akan menuju ke Bakauheni menuju Bandarlampung dan sebaliknya. Selain merupakan lokasi peristirahatan dengan sarana tempat ibadah, lokasi rest area ini juga dilengkapi dengan Halte Bus Trans Lampung yang melayani Kota Kalianda menuju sejumlah titik di Bandarlampung hingga ke bandara Raden Intan II,” ujar Zainudin.

Sementara itu terkait penilaian seleksi, salah-satu peserta dari Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM) Uswatun Hasanah dari Desa Padan, Kecamatan Penengahan, yang membuat kerajinan tangan berbahan kayu, Zakaria, mengaku berharap dengan adanya penilaian tersebut anggota kelompoknya bisa lolos seleksi. “Selama ini kita memang sudah membuat kerajinan kriya kayu, dan kita jual ke pemesan. Tapi, jika kita lolos seleksi untuk menempati kios, semoga produk yang kita jual semakin dikenal konsumen,”ungkapnya.

PKBM Uswatun Hasanah yang melingkupi Desa Padan dan Desa Merambung selama ini dikenal dengan hasil-hasil kerajinan tangan berbahan kayu yang sudah dikenal luas. Hasil kerajinan tangan dari kayu tersebut di antaranya kaligrafi ukir, logo, lambang-lambang terbuat dari kayu serta kerajinan tangan lain yang sudah banyak dipesan dari wilayah Lampung Selatan hingga luar wilayah, di antaranya lambang Garuda Pancasila.

Jurnalis: Henk Widi/ Editor: Koko Triarko/ Foto: Henk Widi

Lihat juga...

Komentar Anda

Alamat email anda tidak akan disiarkan.