Puluhan Warga Kecamatan Penengahan Terima Pemberian Ganti Rugi JTTS

29
JUMAT 17 FEBRUARI 2017
LAMPUNG—Setelah menunggu selama berbulan bulan akhirnya puluhan warga Desa Kuripan dan beberapa desa lain di Kecamatan Penengahan Kabupaten Lampung Selatan menerima uang pembayaran ganti rugi lahan Jalan Tol Trans Sumatera (JTTS). Menurut Camat Kecamatan Penengahan Lukman Hakim, khusus di STA 19 tersebut bidang lahan yang akan dibebaskan oleh tim pembebasan lahan JTTS berjumlah sekitar 83 bidang untuk sebanyak 71 penerima yang ditunjukkan dengan nomer nominatif.
Sebagian warga menunggu proses pencarian ganti rugi lahan.
Nomer ini  sekaligus undangan bagi warga yang memiliki lahan di wilayah Kuripan Kecamatan Penengahan. Berdasarkan data pihak Kecamatan Penengahan uang yang akan dibagikan kepada warga Desa Kuripan mencapai Rp26 Milyar.
Lukman Hakim mengungkapkan selama proses sosialisasi oleh tim pembebasan lahan serta pengukuran lahan,bangunan oleh tim appraisal pihaknya telah menerima beberapa kali sanggahan berupa ketidaksesuaian luas lahan serta sanggahan. Namun Lukman Hakim mengungkapkan selama menunggu proses percepatan pencairan uang ganti rugi lahan sejak bulan Oktober 2016 sebagian warga di Desa Kuripan yang tidak menggarap lahan pertanian khususnya areal persawahan padi.
“Selama proses pendataan hingga menjelang pencarian memang warga pemilik lahan sawah tidak diperkenankan menggarap lahan sawah diantaranya seluas lima hektar lebih yang tidak digarap karena menunggu proses pencairan uang ganti rugi lahan,” ungkap camat Kecamatan Penengahan Lukman Hakim saat dikonfirmasi Cendana News di kantor Desa Kuripan,Jumat (17/2/2017).
Sebagian rumah warga yang sudah dibongkar paska terkena proyek JTTS.
Sebagian besar warga yang menerima uang ganti rugi tersebut diantaranya menerima uang ganti rugi dari lahan,bangunan dan tanam tumbuh yang telah dihitung oleh tim appraisal dan setelah mendapat persetujuan uang dimasukkan pada rekening warga di bank yang ditunjuk pemerintah dalam hal ini Bank Mandiri.
Menurut Camat Kecamatan Penengahan,Lukman Hakim,khusus di Kecamatan Penengahan yang dilalui JTTS diantaranya 11 desa dengan beberapa desa diantaranya sudah memperoleh uang ganti rugi diantaranya Desa Penengahan,Desa Tetaan, Desa Banjarmasin, Tetaan Klaten ,Pasuruan, Kuripan. Sementara beberapa desa lainnya masih menunggu proses pencairan tahap berikutnya diantaranya Desa Kekiling Desa Rawi,Desa Ruang Tengah, Desa Sukabaru Desa Taman Baru.
Sementara itu terkait pencairan uang ganti rugi bagi puluhan warganya yang berhak, Kepala Desa Kuripan,Irwan mengaku salah satu kendala lamanya proses pencairan uang ganti rugi lahan terhambat karena beberapa faktor diantaranya kendala masih terjanggalnya  diantaranya soal harga dengan melakukan penyanggahan harga, data kurang lengkap sehingga terjadi penundaan, ada sebagian bangunan yang nilainya dipatok tinggi oleh masyarakat.
Selain itu khusus di Desa Kuripan Kecamatan Penengahan memiliki situs situs peninggalan sejarah yang masih dipertahankan sehingga jalur Tol Trans Sumatera diantaranya situs situs Keratuan Darah Putih.
Sementara Kepala Desa Kuripan,Irwan mengungkapkan seluruh warganya yang mendapat undangan pemberian ganti rugi lahan Jalan Tol Trans Sumatera seluruhnya sudah menerima dan tidak ada sanggahan dan akan menerima pencairan uang ganti rugi yang dimasukkan dalam rekening. Warga yang menerima undangan tersebut diantaranya datang tanpa boleh diwakilkan oleh pihak lain.
Salah satu warga Desa Pasuruan,Nizar,yang lahan tanah dan bangunan miliknya terkena proses pembangunan Jalan Tol mengaku menerima uang ganti rugi lahan untuk proses pembangunan rumah baru. Sementara itu sebagian lahan sawah produktif yang dimilikinya kini sudah tidak dimanfaatkan karena proses penggantian lahan sawah diakuinya tidak bisa digunakan untuk membeli sawah lagi.
“Kalau ada yang jual sawah saya beli tapi saat ini sulit mencari lahan yang dijual kalaupun ada harganya sudah cukup mahal,” ungkap Nizar.
Pantauan Cendana News dalam pembagian uang ganti rugi di Balai Desa Kuripan tersebut dijaga ketat oleh puluhan personil dari Polsek Penengahan dan dari Direktorat Pengamanan Objek Vital (Dirpamobvit) Polda Lampung  juga personil dari Koramil Penengahan. Sebagian warga yang datang sesuai dengan undangan tersebut di antaranya berasal dari Desa Pasuruan,Desa Klaten dan Desa Kuripan yang masuk dalam pendataan bersama Kuripan.
Lukman Hakim Camat Penengahan.
Jurnalis: Henk Widi/Editor: Irvan Sjafari/Foto: Henk Widi 
Lihat juga...

Komentar Anda

Alamat email anda tidak akan disiarkan.