Puluhan Warga Korban Angin Kencang di Nita Butuh Bantuan

133

JUMAT, 10 FEBRUARI 2017

MAUMERE  –  Angin kencang yang melanda Kabupaten Sikka dan beberapa wilayah lain di NTT, beberapa hari lalu, ternyata juga mengakibatkan 43 rumah warga di Dusun Lirikelan, Desa Wuliwutik, Kecamatan Nita, Kabupaten Sikka, mengalami rusak parah, dan 9 rumah rata dengan tanah.

Rumah warga yang rubuh diterjang angin.

Kepala Dusun Lirikelan, Ignasius Lesu, saat ditemui pekan ini mengatakan, akibat angin kencang ini warga yang rumahnya rusak terpaksa mengungsi ke sanak saudara ataupun ke tetangga, sebab rumah mereka rusak berat dan roboh. “Atap rumah banyak yang diterbangkan angin dan perabotan rumah mereka rusak semua. Namun, hingga kini belum ada petugas dari BPBD yang datang ke tempat kami,” ujarnya.

Ditambahkannya, kejadian ini sudah dilaporkan kepada Kepala Desa, namun belum ada tim dari Pemerintah Daerah yang datang melakukan pendataan, untuk kemudian sekiranya bisa diberikan bantuan untuk sementara waktu. Sementara itu, salah seorang warga RT 14, RW 006 Dusun Lirikelan, Antonius Aleks, mengatakan, angin kencang yang datang bersamaan dengan hujan lebat beberapa hari lalu telah merobohkan rumahnya.“Saya hanya menyelamatkan istri dan anak saya di rumah tetangga, sementara perabotan rumah basah dan rusak terkena reruntuhan dan hujan lebat, sehingga kami sangat butuh terpal untuk membangun tempat tinggal sementara,” sebutnya.

Puluhan rumah warga yang mengalami rusak berat, bahkan roboh, rata-rata merupakan rumah semi permanen, rumah sederhana yang dibangun menggunakan tiang kayu dengan dinding memakai halar atau bambu belah serta beratap seng.

Sementara itu, Bupati Sikka, Drs. Yosep Ansar Rera, sebagaimana telah diberitakan sebelumnya, telah meminta instansi terkait untuk melakukan inventarisasi segala kerusakan yang ditimbulkan akibat angin kencang dan ombak besar yang melanda Sikka. “Saya juga sudah memerintahkan Dinas Pertanian untuk melakukan pendataan tanaman pertanian yang rusak, sehingga kami bisa membantu bibit tanaman agar bisa ditanam lagi. Tapi, kacang-kacangan, sebab padi dan jagung tidak mungkin ditanam lagi,” terangnya.

Ansar juga meminta, agar masyarakat mulai bergotong-royong membersihkan perkampungan mereka, baik dari pohon yang tumbang serta bangunan rumah yang roboh. Camat juga sudah diminta menggerakan Kepala Desa untuk mengimbau warga melakukan gotong-royong membersihkan wilayah mereka.

Jurnalis: Ebed De Rosary/ Editor: Koko Triarko/ Foto: Ebed De Rosary

Baca Juga
Lihat juga...