Ratusan Aparat Desa Kecamatan Ketapang Menerima Sosialisasi UU Pers

123
KAMIS 2 FEBRUARI 2017
LAMPUNG—Ratusan aparatur desa di seluruh Kecamatan Ketapang Kabupaten Lampung Selatan menerima sosialisasi terkait undang undang pers no 40 tahun 1999. Dengan sosialisasi ini diharapkan mereka  mengetahui cara kerja pers, proses produksi berita serta berbagai kegiatan berkaitan dengan dunia jurnalistik, Kode Etik Jurnalistik (KEJ, hingga organisasi kewartawanan, seperti Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) cabang Lampung Selatan.
Sosialisasi undang undang pers kepada kepala sekolah dan kepala desa.
Sosialisasi UU Pokok Pers di Kecamatan Ketapang Kabupaten Lampung Selatan berlangsung di aula Balai Desa Sripendowo Kecamatan Ketapang. sosialisasi ini  dihadiri oleh Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Kadiskominfo) M.Syahroni, Darsito selaku Camat Kecamatan Ketapang  Ketua PWI cabang Lampung Selatan Alpandi serta beberapa narasumber yang berasal dari beberapa media di Lampung.
Salah satu narasumber dalam sosialisasi kepada para kepala desa dan musyawarah kerja kepala sekolah khusus tingkat sekolah dasar (SD) dan Sekolah Menengah Pertama (SMP) di wilayah Kecamatan Ketapang  tersebut adalah Edy Setiawan. Dia mengungkapkan pemahaman yang perlu diketahui oleh para kepala sekolah dan juga para kepala desa.
“Sosialisasi ini sekaligus untuk memberi pemahaman kepada para aparat desa dan juga kepala sekolah terkait kinerja pers atau wartawan terutama agar para kepala desa atau kepala sekolah sebagai narasumber memiliki hak untuk memberikan keterangan atau tidak,” ungkap wartawan senior Lampung, Edy Setiawan saat menjadi narasumber dalam sosialisasi undang undang pers di gedung serba guna Desa Sripendowo Kecamatan Ketapang, Kamis (2/2/2017)
Edy Setiawan menegaskan setiap pekerja pers atau wartawan memiliki tugas yang mencangkup beberapa wilayah dan juga dilindungi undang undang berkaitan dengan kinerja jurnalis atau wartawan. Khusus untuk Persatuan Wartawan Indonesia Cabang Lampung Selatan menurut Edy Setiawan di antaranya 80 persen sudah memiliki kompetensi sehingga tidak akan membuat berita bohong (hoax). Selain itu Edy Setiawan juga berharap seluruh kepala desa serta kepala sekolah bisa menolak atau tidak menerima permintaan atau proposal yang berkaitan dengan uang atau permintaan tertentu.
Selain itu setiap wartawan memiliki kode etik jurnalis sesuai Undang Undang Nomor 40 Tahun 1999 sehingga setiap wartawan juga harus menempuh cara yang sopan dan terhormat untuk memperoleh bahan karya jurnalistik dan selalu menyatakan identitas kepada sumber berita. Selain itu tidak membuat berita bohong, fitnah, sadis dan cabul dan dalam peliputan memiliki hak tolak untuk melindungi narasumber yang tidak bersedia diketahui identitas maupun keberadaannya,menghargai ketentuan embargo,informasi latar belakang, dan “off the record” sesuai kesepakatan.
Selain pemaparan dari beberapa narasumber diantaranya Muslim Pranata,Herwansayah dan Edy Setiawan dalam sosialisai tersebut yang diisi dengan diskusi dan tanya jawab beberapa kepala sekolah serta kepala desa yang ada di wilayah Kecamatan Ketapang banyak mengeluh adanya permintaan sumbangan berbentuk proposal permintaan sejumlah dana dengan dalih untuk kegiatan sosial dan organisasi.
“Kami sering menerima proposal untuk sumbangan dengan dalih menggunakan uang untuk kegiatan organisasi sementara kami tidak pernah mengetahui keabsahan permintaan dana tersebut,” ungkap Harmiyati salah satu guru SMP di Ketapang.
Edy Setiawan juga menegaskan kepada para kepala sekolah dan kepala desa yang merasa terusik dengan keberadaan wartawan yang bahkan menyalahgunakan wewenang dengan memeras atau meminta sejumlah uang untuk kegiatan kegiatan di desa yang sedang melakukan pembangunan serta menggunakan anggaran dana desa.
Sosialisasi tersebut diharapkan kepada para kades dan kepala sekolah tidak takut dengan keberadaan wartawan. Bahkan jika ada oknum yang mengaku wartawan dan melakukan pemerasan dan intimidasi agar segera bisa melaporkan kepada polisi atau organisasi wartawan yang ada.
Selain memberikan pemahaman kepada kepala desa dan kepala sekolah terkait kode etik jurnalis dan kinerja wartawan tersebut diharapkan seluruh aparat desa dan kepala sekolah juga bisa lebih memahami jenis jenis media yang selama ini ada di Indonesia juga di wilayah Lampung. Sebab salah satu tugas wartawan diantaranya bertugas menulis dan menyampaikan pemberitaan atau informasi yang berkaitan dengan program pembangunan dan lainnya.
Panitia sosialisasi dari wartawan di Lampung Selatan dan Camat Kecamatan Ketapang Darsito.
Jurnalis: Henk Widi/Editor: Irvan Sjafari/Foto: Henk Widi
Lihat juga...

Komentar Anda

Alamat email anda tidak akan disiarkan.