Ratusan Supir Taksi Konvensional Gelar Aksi Demo

JUMAT, 17 FEBRUARI 2017

YOGYAKARTA — Ratusan sopir taksi konvensional berplat kuning DIY menggelar aksi di sekitar kawasan parkir Abu Bakar Ali dan Jalan Malioboro Jumat (17/02/2017). Mereka menolak keberadaan dan operasional jasa layanan taksi berplat hitam dengan basis aplikasi online, karena dinilai melanggar ketentuan yang berdampak pada pendapatan mereka.

Ratusan Taksi memenuhi Parkir Abu Bakar Ali

Koordinator sekaligus penanggung jawab aksi, Rudi Kamtono menyatakan, ada sekitar 1.000 dari 1.2000 sopir serta 300 mobil taksi yang tergabung dalam Komunitas Paguyuban Taksi Argometer Yogyakarta (Kompetayo) yang melakukan aksi hari ini.

“Intinya menolak Grab dan Uber. Kita sudah menemui Dinas Perhubungan dan DPRD DIY. Kita sudah sepakat agar taksi Grap dan Uber dilarang beroperasi. Namun ternyata mereka melanggar, dan tetap beroperasi. Karena itu kita menuntut pemerintah daerah agar bisa memberikan solusi,”katanya saat ditemui di lokasi aksi.

Keberadaan taksi berplat hitam berbasis layanan online tersebut dikatakan Rudi telah mematikan ekonomi para pengemudi atau sopir taksi konvensional di DIY. Sejak dua bulan terakhir, hampir semua sopir taksi konvensional mengalami penurunan pendapatan hingga 70 persen lebih.

“Dua bulan terakhir ini sangat terasa. Jika sebelumnya bisa mendapat Rp500 hingga 600ribu per hari, sekarang kita hanya bisa mendapat Rp150 hingga 200ribu. Padahal kita setiap hari harus menyetor Rp.280ribu,” katanya.

Rudi menyatakan, aksi sendiri akan dilakukan dengan berjalan kaki menujun kawasan Alun-Alun Utara Yogyakarta, tanpa melakukan konvoi mobil taksi, orasi di depan Pagelaran Kraton Yogyakarta. Pendemo berharap Sri Sultan Hamengkubuwono ke X, sebagai Gubernur DIY sekaligus Raja Kraton Yogyakarta dapat mendengar suara mereka.

“Lewat aksi ini kita ingin mengetuk hati Sultan sebagai raja Yogyakarta. Kita mengharapkan Sultan terketuk hatinya melihat penderitaan rakyatnya yang semakin susah,” ujarnya.

Sebelumnya, beberapa hari lalu sempat terjadi ketegangan antara sejumlah sopir taksi konvensional dan sopir taksi berbasis layanan online di sekitar Terminal Giwangan Yogyakarta. Hal itu dipicu aksi saling rebut penumpang antar kedua belah pihak. Beruntung hal itu dapat diredam sehingga tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan.

Jurnalis : Jatmika H Kusmargana / Redaktur : ME. Bijo Dirajo / Foto : Jatmika H Kusmargana

Komentar