RSUP dr Sardjito, Penderita Kanker di 2016 Tercatat 58.361 Orang

SABTU, 4 FEBRUARI 2017

YOGYAKARTA — Memperingati Hari Kanker Sedunia yang jatuh pada 4 Februari ini, civitas RSUP dr Sardjito bersama Yayasan Kanker Indonesia, Dinas Kesehatan DIY menggelar kegiatan solidaritas dan sosialisasi penyakit kanker di sejumlah lokasi, seperti Titik Nol Kilometer, Malioboro Mall, Ambarukmo Plasa, dan Jogja City Mall, Yogyakarta Sabtu (04/02/2017) hari ini.

Sejumlah cuvitas RSUP dr Sardjito saat melakukan aksi di Titik Nol Kilometer Yogyakarta

Sosialsiasi dilakukan untuk mengedukasi masyarakat dengan membagikan pamflet atau slebaran tentang bahaya kanker dan cara pencegahannya kepada masyarakat baik pengguna jalan ataupun pengunjung mall. Dengan membawa sejumlah atribut seperti spanduk dan poster mereka mengajak masyarakat agar semakin peduli terhadap kesehatan khususnya dari bahaya penyakit kanker.

Direktur Umum RSUP dr Sardjito, M Safal Hanung

Direktur Umum RSUP dr Sardjito, M Safal Hanung yang ikut turun langsung ke jalan mengatakan, jumlah penderita kanker di RSUP dr Sardjito dari tahun ke tahun terus meningkat. Berdasarkan data tahun 2014 ada sebanyak 36.546 pasien kanker yang memeriksakan diri ke RSUP dr Sardjito. Jumlah itu meningkat pada tahun 2015 sebanyak 48.187 pasen, dan menjadi sebanyak 58.361 pasien pada tahun 2016.

Dari jumlah penderita kanker tersebut, sebagian besar datang ke rumah sakit dalam kondisi stadium lanjut (stadium 3 dan 4). Sehingga membutuhkan biaya besar dan resiko kematian sangat tinggi.

“Karena itulah kita melalukan sosialisasi ini kepada masyarakat. Agar masyarakat bisa melakukan deteksi dini, dan memeriksakan diri ke rumah sakit sebelum penyakit kanker berada pada tingkat stadium lanjut. Karena kanker itu sebenarnya bisa disembuhkan dan bisa dicegah, asalkan ditangani sejak dini” katanya.

Menurutnya penyembuhan dan pencegahan kanker sangat tergantung pada deteksi ini. Upaya deteksi dini menjadi sangat penting disosialisasikan sehingga dapat mencegah, mengenali dan memeriksakan secepat mungkin ke rumah sakit. Dengan begitu penanganan penyakit kanker akan lebih mudah, murah sekaligus memperkecil resiko kematian.

“Kadang masyarakat tidak mau memeriksakan karena takut. Padahal semakin cepat diperiksakan akan semakin bagus. Apalagi sekarang biaya rumah sakit bagi semua masyatakat sudah ditanggung oleh Jaminan Kesehatan, sehingga tidak perlu khawatir,” katanya.

Sejumlah cuvitas RSUP dr Sardjito saat melakukan aksi di Titik Nol Kilometer Yogyakarta

Selain mengakibatkan kematian, penyakit kanker sendiri juga dikatakan dapat mengganggu produktifitas setiap penderitanya. Hal itu terjadi karena kanker tergolong sebagai penyakit yang membutuhkan waktu lama untuk bisa disembuhkan, dengan berbagai upaya seperti kemoterapi dsb, yang juga membutuhkan biaya sangat mahal.

“Kanker ini bisa menyerang semua organ tubuh pada siapa saja. Mulai dari bayi hingga orang tua. Sehingga selain perlu sosialisasi deteksi dini juga perlu peyadaran untuk selalu menjaga pola hidup sehat. Agar bisa mencegah berbagai penyakit termasuk kanker,” ujarnya.

Jurnalis : Jatmika H Kusmargana / Redaktur : ME. Bijo Dirajo / Foto : Jatmika H Kusmargana

Komentar