Selama 70 Tahun, HMI Tak Pernah Abstain Membangun Bangsa

93

SELASA, 14 FEBRUARI 2017

JAKARTA — Di usia yang hampir mendekati 1 abad, eksistensi HMI senantiasa mewarnai gerak dinamika, problematika keumatan dan kebangsaan di Republik Indonesia. Demikian disampaikan Ketua Umum Pengurus Besar Himpunan Mahasiswa Islam (PB HMI), Mulyadi Tamsir, saat berpidato dalam malam puncak Dies Natalis Ke-70 HMI di Gedung Smesco Convention Hall, Jalan Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Senin (13/2/2017).

HUT Ke-70 HMI

Mulyadi juga menuturkan, selama rentang waktu 70 tahun HMI tak pernah abstain untuk turut memberikan sumbangsih dan kontribusi nyata di Indonesia. Meski sebagian kalangan berusaha untuk membantah daya juang yang telah ditorehkan oleh HMI, namun fakta keterlibatan HMI dalam pembangunan di Indonesia merupakan hal yang tidak bisa disangkal. “Ribuan kader HMI yang berada di seluruh wilayah Indonesia dari Sabang sampai Merauke, hingga detik ini masih berada di garda terdepan melibatkan diri dengan kerja-kerja konkrit yang diwujudkan demi kemaslahatan umat,” tegasnya.

Hal tersebut, jelas Mulyadi, menandakan, bahwa HMI selalu meneguhkan diri berada pada garis perjuangan yang telah digariskan oleh para ‘Founding Fathers’. Eksistensi HMI selalu menyesuaikan diri terhadap tantangan zaman yang muncul di depan, meskipun di sana-sini hadangan dan tantangan dari pihak eksternal yang kerap hadir di hadapan mata, dan berupaya memecah kesolidan internal. Namun, hal tersebut tidak mempengaruhi langkah HMI untuk terus bergerak melakukan perubahan sembari istikomah pada garis kebenaran. “Dari garis kebenaran itulah, kita akan selalu menemukan jalan organisasi, walau harus melewati duri. Karena kita yakin, akan datang kebenaran dan kebatilan akan kalah,” tegasnya.

Ia menjelaskan pula, sebagai anak kandung ummat dan bangsa, jika melihat penindasan di NKRI, tentunya HMI yang pertama akan berada di garda terdepan. Sebab, bagi HMI, visi keumatan dan kebangsaan tak hanya terpaku pada satu golongan dan penganut agama tertentu saja, melainkan semua golongan. “Jadi, tak perduli apapun latar belakang agamanya. Selama mengalami diskriminasi, eksploitasi di Negara Indonesia, maka kita akan bela,” tutur Mulyadi.

Sementara itu, hadir dalam Acara Malam Puncak HMI, di antaranya Senior HMI, Akbar Tanjung, Menteri Pendidikan Pemuda dan Olahraga, Imam Nahrawi, Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, Muhajirin Efendi, serta tokoh-tokoh HMI lainnya.

Jurnalis: Adista Pattisahusiwa/ Editor: Koko Triarko/ Foto: Adista Pattisahusiwa

Lihat juga...

Komentar Anda

Alamat email anda tidak akan disiarkan.