Setya Novanto: Golkar Dorong Pemerintah Lakukan Terobosan untuk Anggaran

13
SENIN 20 FEBRUARI 2017
JAKARTA—Ketua Umum Partai Golkar Setya Novanto Mendorong pemerintah agar bersama sama DPR memastikan bahwa pada  2017 ini tidak akan ada pemangkasan belanja negara seperti tahun lalu.
Seminar “Problem Defisit Anggaran dan Strategi Optimalisasi Penerimaan Anggaran negara 2017”.
Hal tersebut disampaikan Setnov pada sambutan pembukaan seminar “Problem Defisit Anggaran dan Strategi Optimalisasi Penerimaan Anggaran Negara 2017” di Ruang KK, Gedung Nusantara II, Senayan, Jakarta, Senin (20/2/2017).
“Tahun 2016 kemarin, pemangkasan belanja negara dilakukan karena salah satu pertimbangannya, pemerintah memperkirakan Adanya potensi pelebaran defisit Hingga 2,7 persen, jauh melebihi target APBN-P 2016 yang mematok defisit 2,35 persen” Ujarnya.
Menurut Setnov permasalahan defisit anggaran dari tahun ke tahun selalu berulang, disebabkan target penerimaan negara yang tidak tercapai. Namun demikian, jika ada  pelebaran defisit anggaran menjadi pilihan, semestinya dimaknai secara positif yakni untuk menjaga momentum pertumbuhan ekonomi.
“Sebagaimana kita ketahui ekonomi 2016 tumbuh 5,02 persen lebih tinggi dibanding capaian 2015 yang sebesar 4,88 persen,” ungkapnya.
Dengan pertumbuhan   di atas 5 persen tersebut, Sambungnya, maka indonesia tercatat sebagai salah satu negara dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di dunia. Bahkan, pertumbuhan ekonomi 2016 juga berhasil memutus tren perlambatan pertumbuhan yang terjadi sejak 2011. Ini tentu menimbulkan ekspektasi positif bahwa pertumbuhan 2017 akan lebh tinggi dibanding tahun sebelumnya.
“Perlu saya sampaikan meski pelebaran defisit adalah pilihan logis untuk mengamankan APBN tapi hal itu bukanlah pilihan utama,” imbuhnya.
Yang harus dilakukan pemerintah mengamankan APBN 2017 untuk mencari terobosan bagaimana cara meningkatkan penerimaan negara itu sendiri.
Sementara, Ketua Komisi Keuangan DPR RI, Melchias Markus Mekeng Menuturkan, defisit anggaran mengalami tren kenaikkan, baik jumlah maupun presentase terhadap Produk Domestik Bruto (PDB).
Politisi Golkar ini, menjelaskan   pada 2008 defisit anggaran hanya Rp4,1 triliun atau 0,08 persen terhadap PDB. Namun,  pada2016 telah menembus Rp300 triliun atau 2,46 persen dari PDB. Dan dalam Anggaran ditargetkan meningkat menjadi Rp330,2 triliun atau sekitar 2,41persen.
“Jadi, defisit anggaran bukanlah sesuatu yang negatif, bahkan UU pun memperbolehkan defisit anggaran hingga 3 persen. Namun pemerintah dan DPR setiap kali pembahasan APBN hanya berani mematok defisit dibawah 2,5 persen,” pungkas Mekeng.
Jurnalis: Adista Pattisahusiwa/Editor: Irvan Sjafari/Foto; Adista Patiisahusiwa
Lihat juga...

Komentar Anda

Alamat email anda tidak akan disiarkan.