Sigit Priohutomo: Mahasiswa Bisa Jadi Pelopor JKN

SABTU, 18 FEBRUARI 2017

MEDAN — Ketersediaan tenaga kesehatan di Indonesia masih belum merata di seluruh wilayah Indonesia. Kendala yang dihadapi yakni minimnya distribusi tenaga kesehatan di pelosok nusantara. Diharapkan setelah menjadi dokter para mahasiswa kedokteran  bersedia ditempatkan di pelosok Nusantara

Sigit Priohutomo

“Saya berharap agar setelah menjadi dokter, para mahasiswa mau ditempatkan di pelosok Nusantara,”ungkap Deputi Bidang Peningkatan Kesehatan Kemenko PMK, Sigit Priohutomo dalam Diskusi Panel 5th Indonesia Medical Student Summit (IMSS) ISMKI 2017 di Auditorium Fakultas Kedokteran Universitas Islam Sumatera Utara, Sabtu (18/2/2016).

Sigit yang pada kesempatan itu mewakili Menko PMK juga mengungkapkan pemerintah berharap kepada para calon tenaga kesehatan ikut menyukseskan program kesehatan seperti Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) dan Gerakan Masyarakat Hidup Sehat (Germas). Mahasiswa harus menjadi pelopor utama BPJS Kesehatan. Adapun upaya preventif lain yang perlu didukung mahasiswa kedokteran adalah melakukan dan mengkampanyekan Germas.

“Penting agar mendaftar BPJS Kesehatan itu kala sehat bukan sakit. Itu merupakan upaya preventif,” ujar Sigit.

Sementara itu, guna menerapkan pola hidup sehat, pihak Kemenko PMK juga telah mengkoordinasikan Kementerian dan Lembaga di bawahnya untuk mengecek kesehatan dan melakukan peregangan setiap minggunya.

“Kami sendiri telah memulainya di lingkungan Kemenko PMK dengan melakukan peregangan setiap akan memulai rapat,”  katanya.

Diskusi Panel 5th Indonesia Medical Student Summit (IMSS) ISMKI 2017 yang mengambil tema ‘Kesiapan Ekonomi Indonesia untuk Suksenya JKN Cakupan Semesta 2019 demi Indonesia Sehat 2025’ dihadiri oleh Direktur Utama BPJS Kesehatan Fahmi Idris dan Menteri Kesehatan Nila F Moeloek. Acara ini diikuti oleh 500 mahasiswa Kedokteran seluruh Indonesia.

Seperti diketahui  bahwa sejak 1 Januari 2014, Indonesia telah mengimplementasikan Program Jaminan Kesehatan Nasional – Kartu Indonesia Sehat  (JKN – KIS), yang memungkinkan setiap Warga Negara Indonesia mendapatkan akses dan jaminan saat mendapatkan pelayanan kesehatan.

Program JKN-KIS ini sendiri merupakan salah satu Program Prioritas Pemerintahan Presiden Jokowi-JK yang tercantum dalam Nawacita ke-5, yaitu Meningkatan Kualitas Hidup Manusia Indonesia.

Program ini diharapkan mampu meretas jalan perubahan demi Indonesia yang berdaulat secara politik, mandiri dalam bidang ekonomi, dan berkepribadian dalam kebudayaan.

Hingga 13 Januari 2017, jumlah peserta JKN-KIS sudah mencapai 172.620.269 jiwa. BPJS Kesehatan juga telah bekerjasama dengan kurang lebih 26.337 Fasilitas Kesehatan baik itu Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama (Puskesmas, Klinik Pratama, Dokter Prakter Perorangan, dll) dan Fasilitas Kesehatan Rujukan Tingkat Lanjutan (Rumah Sakit, Apotek, Lab dll) yang tersebar di seluruh Indonesia.

Jurnalis : Shomad Aksara / Editor : ME. Bijo Dirajo / Foto : Istimewa

Komentar