Sokong Usaha Kuliner, Kerupuk si Mbull di Ketapang Terus Berproduksi

83

SABTU, 18 FEBRUARI 2017

LAMPUNG — Penggunaan kerupuk dengan bahan baku tepung dan cita rasa ikan masih menjadi teman menikmati berbagai sajian kuliner diantaranya pecel, soto maupun menu lainnya. Proses pengolahan kerupuk mentah menjadi kerupuk goreng siap santap hingga kini masih diproduksi di Desa Sripendowo Kecamatan Ketapang Kabupaten Lampung Selatan. 

Proses penggorengan

Salah satu pekerja, Anton (30) mengaku, usaha penggorengan kerupuk rasa ikan tersebut sudah berproduksi selama hampir setahun sebagai industri rumahan yang telah mendapat izin untuk beroperasi.

Anton menyebutkan, saat ini usaha kerupuk yang dikenal dengan nama si’ Mbull yang merupakan akronim dari Membawa Berkah Usaha Lancar dan Langgeng yang merupakan harapan sang pemilik, Sudarmin (35) yang saat Cendana News bertandang di tempat pengolahan tersebut sedang tak berada di tempat. Anton mengaku dalam proses pengolahan tersebut kerupuk si Mbull mendapat pengiriman dari tempat pengolahan kerupuk ikan di Ciamis Jawa Barat sebanyak 2 ton sekali pengiriman.

“Usaha kami memang menggoreng kerupuk setengah matang lalu digoreng dan dijual ke sejumlah warung makan langganan serta warung warung kecil yang dilakukan oleh para pengecer yang bekerja di sini,”terang Anton saat ditemui Cendana News tengah menyelesaikan proses penggorengan kerupuk di dapur usaha tersebut, Sabtu (18/2/2017).

Kerupuk yang sudah digoreng dimasukkan dalam plastik kedap udara

Kerupuk mentah dalam sehari digoreng sebanyak 200 kilogram atau 2 kuintal. Proses penggorengan dilakukan dengan melakukan pemanasan (oven) berbahan bakar gas elpiji. Selanjutnya dipanaskan dengan penggorengan menggunakan dua wajan bersuhu rendah dan dilanjutkan dalam wajan dengan minyak yang mendidih.

Setelah proses penggorengan, selanjutnya disimpan dalam plastik berukuran besar yang siap dimasukkan dalam kotak kotak yang akan dikirimkan ke sejumlah warung. Proses pengiriman kerupuk ikan Si Mbull mempekerjakan sebanyak 4 orang pengirim ke beberapa kecamatan di Lampung Selatan hingga ke Kabupaten Lampung Timur.

Dalam satu hari memproduksi atau menggoreng kerupuk si Mbull, pengelolaan juga dibantu oleh Dimas (26) dan Yana (24) yang juga bertugas mengelola keuangan saat pembelian bahan baku minyak goreng serta saat mengupah para petugas kanvaser. Dalam satu hari produksi menggoreng kerupuk rasa ikan tersebut sebanyak 2 kuintal kerupuk kering bisa menghasilkan sebanyak 500 kaleng dengan satu kaleng berisi sekitar 50 kerupuk.

Sekali produksi Anton mengaku bisa menghasilkan uang sekitar Rp500ribu perhari, namun upah seluruh pekerja di tempat tersebut berdasarkan sistem bagi hasil penjualan kerupuk yang akan dibawa keliling setiap pagi oleh para pengecer.

“Kalau soal omzet semuanya dikelola oleh bos karena kami hanya bertugas melakukan pengolahan dan mencatat semua pengeluaran terutama untuk operasional,”terang Anton.

Kerupuk dengan ciri khas bulat melingkar berwarna putih tersebut banyak dipesan oleh warung warung kecil, selain itu sejumlah tempat penjualan kuliner juga memesan kerupuk berasa renyah tersebut. Sebagian besar tempat usaha kuliner diantaranya warung bakso, soto ayam, pecel bahkan rata rata menyediakan kotak berisi kerupuk yang masing masing kotak berisi sekitar 50 buah kerupuk renyah tersebut dan akan diganti setiap 3 hari sekali.

Pantauan Cendana News, penggunaan kerupuk si Mbull juga hampir ada di setiap warung makan di wilayah Kecamatan Ketapang. Bahkan salah satu pemilik warung soto ayam dan pecel, Amini (26) mengaku kebutuhan kerupuk untuk usaha kuliner hingga saat ini masih saling menguntungkan, sebab usaha kuliner saat ini membutuhkan kerupuk yang dijual dengan harga Rp1.000 per buah tersebut. Kerupuk berasa renyah tersebut kerap dijadikan teman makan pecel atau soto ayam bagi pengunjung warung makannya yang menyediakan kerupuk si Mbull.

“Bagi pecinta soto ayam atau pecel belum lengkap rasanya makan tanpa kerupuk. Dengan adanya kerupuk rasa ikan yang khas masih terasa untuk semakin menambah nikmat rasa pecel atau soto ayam,”ungkap Amini.

Kerupuk si Mbull disajikan sebagai teman menikmati kuliner pecel serta soto ayam

Selain menggunakan kerupuk si Mbull yang berisi ikan, kerupuk kecil dan kerupuk emping yang ada di warung soto ayam miliknya pun tetap digemari orang. Kerupuk yang disajikan sebagai teman makan pecel dan soto ayam tersebut rata rata disukai oleh anak anak sekolah menengah pertama yang berada di dekat warung makan milik Amini.

Jurnalis : Henk Widi / Redaktur : ME. Bijo Dirajo / Foto : Henk Widi

Lihat juga...

Komentar Anda

Alamat email anda tidak akan disiarkan.