Suara Saksi: Program Kepemudaan Jadi Prioritas Kerja Pemimpin Flotim (2)

KAMIS, 16 FEBRUARI 2017
LARANTUKA — Usai sudah perhelatan proses pemungutan suara Pilkada Flores Timur (Flotim) yang telah digelar Rabu (15/2/2017) kemarin. Semua paket calon hingga hari ini, Kamis (16/2/2017), tentunya sudah memiliki data calon yang terpilih memimpin kabupaten di ujung timur Pulau Flores ini, 5 tahun ke depan.

Penjabat bupati Flotim Emanuel Kara, SH saat mengunjungi TPS 01 Lamawalang dan menyalami para saksi.

Bagi para saksi dari 6 pasangan calon, banyak harapan yang dititipkan di pundak pemimpin terpilih yang tentunya merupakan pilihan masyarakat dan akan menjadi pemimpin semua masyarakat Flotim. Pemimpin ini pun tak lagi menjadi milik kelompok dan partai pengusung.

Saat ditemui Cendana News usai proses perhitungan dan rekapitulasi suara di TPS 01 Desa Lamawalang Rabu (15/2/2017), saksi paket Antero nomor urut 4 Feri Nobo Hurint, melihat proses Pilkada Flotim dari awal hingga pemungutan suara sudah berjalan baik.

“Kampanye terbuka bagi setiap pasangan calon hanya berlangsung sekali sehingga potensi kekacauan bisa ditekan,” ujarnya.

Selama penyelenggaraan Pilkada, lanjut Feri, sapaannya, semua warga di desanya bersaing mendukung calon pilihannya. Namun, setelah usai Pilkada, semuanya sudah berkomitmen kembali beraktivitas seperti biasa, kembali bersatu membangun desa dan daerah masing-masing.

“Saya harap pemimpin terpilih jangan melupakan visi-misinya bagi anak muda. Sebab, hampir semua calon mengaku akan memberikan modal usaha bagi anak muda. Jangan cuma bicara saja. Tapi, tidak ada realisasinya,” tegasnya.

Tantangan terbesar bagi pemimpin Flotim ke depan, lanjut Feri, yakni masalah air bersih dan listrik, sehingga jangan sampai terjadi apa yang dikatakan masyarakat Kota Larantuka selama 5 tahun ini, “Saat malam kita jaga lilin dan siang jaga air.” Karena listrik sering padam malam hari dan air dari perusahaan daerah air minum pun tidak mengalir.

Sedangkan Benediktus Wasa Diaz, saksi nomor urut 5 paket Rumah Kita melihat, masa kampanye yang begitu panjang sekitar 3 bulan memberi ruang kepada masyarkat sebebas-bebasnya untuk mengkaji dan mencerna pencerahan yang diberikan setiap paket.

Ben sapaannya, berharap, bupati dan wakil bupati Flotim terpilih harus memanfaatkan generasi muda, sebab sejak reformasi pengembangan kaum muda macet. Organisasi pemuda Karang Taruna dan LKMD saja terkesan mati suri.

“Jangan hanya julukannya saja pemuda tulang punggung pembangunan. Tapi, pemuda tidak diperhatikan oleh pemimpin terpilih Flotim seperti yang terjadi sebelumnya,” ungkapnya.

Lelaki yang berdomisili di Kelurahan Amagarapati ini mengatakan, sarjana banyak yang hanya jadi pengangguran, pemuda harus diberikan ruang mengembangkan diri, mencari, dan menciptakan lapangan kerja.

Soal pengembangan ekonomi, lanjut Ben, kalau sumber daya manusia sudah dikembangkan dengan baik maka tentunya perjuangan untuk menggerakkan sektor ekonomi bisa tercapai lewat kerja keras dan pengawasan yang berjalan baik.

“Selama ini yang saya lihat terjadi kesenjangan dan pemuda kurang diperhatikan. Saya melihat semua paket merupakan paket yang terbaik sehingga siapa saja yang jadi bupati dia adalah bupati terbaik Flores Timur yang dipilih masyarakat,” tuturnya.

Ignasius L. Kolin, saksi paket Bereun nomor urut 6 menitip pesan, agar calon pemimpin terpilih bisa membawa perubahan bagi Flotim. Tidak seperti 10 tahun belakangan, kabupaten di ujung timur Pulau Flores ini masih terbelakang.

“Pada intinya saya berharap, pemimpin jangan memupuk nepotisme, anggota keluarga, sahabat dan kenalan selalu mendapat bantuan bahkan bisa masuk menjadi pegawai honor di kantor pemerintahan Flotim meski tidak memiliki kemampuan memadai,” pungkasnya. (Selesai)

Jurnalis: Ebed de Rosary / Editor: Satmoko / Foto: Ebed de Rosary
 

Komentar