Taburan Petai Hiasi Mie ‘Tenda Sobat’ Kalianda

SABTU, 4 FEBRUARI 2017

LAMPUNG — Berbagai cara dilakukan penjaja makanan untuk menarik minat konsumen, mulai dari bahan baku berkualitas, bumbu rahasia hingga kreasi dalam penyajian. Kekhasan sebuah masakan menjadi nilai jual tersendiri, dan hal tersebut diterapkan Warung Mie ‘Tenda Sobat’ yang berada di kawasan Jalan Kusuma Bangsa Kalianda, Lampung Selatan.

Mie goreng ala tenda Sobat

Meski hanya menggunakan tenda sederhana, warung pedagang kaki lima tersebut cukup diminati. Dengan berbagai kreasi dan keragaman menu membuat pelanggan selalu berulang untuk menikmatinya.

Hendy (39), pemilik warung mengungkapkan sedikit rahasia dalam menarik konsumen untuk menjadi pelanggan tetap. Sajian spesial yang selalu disajikan merupakan mie khusus yang sengaja dibuat oleh pemilik dengan menggunakan tepung khusus. Untuk menambah kenikmatan, resep-resep khusus yang memiliki keistimewaan juga menghiasi setiap adonan mienya.

Tidak hanya sampai disitu, berbagai ragam taburan juga menghiasi diatas mie goreng spesialnya, diantaranya udang kecil hingga petai.

“Layaknya mie yang disukai warga di Kalianda kami sediakan mie goreng spesial dengan taburan udang udang kecil, sosis, suwiran ayam kampung dan jika ada yang suka petai, kami sediakan lengkap dengan lalapan mentimun, irisan kol serta tomat segar,”ungkap Hendy yang menyajikan langsung mie goreng kepada Cendana News.

Hendy dengan baju hitam dan beberapa karyawan sibuk melayani pelanggan

Disebutkan, warung yang didirikan sejak 10 tahun lalu bersama sahabatnya (sobat) sudah memiliki pelanggan setia. Selain harga yang murah, lokasi yang strategis, tambahan beberapa pelengkap lain kerap menjadi penggugah selera bagi pelanggan yang datang ke warungnya. Cendana News yang memesan mie goreng spesial bahkan ditawari taburan petai jika menginginkan petai segar yang disediakan sekaligus menjadi lalapan.

Ia mengungkapkan, lokasi yang cukup strategis karena berada di dekat Kota Baru Kalianda dan menjadi pertemuan dua jalur jalan yakni Jalan Raden Intan dan Jalan Kusuma Bangsa dengan hanya terpisah areal pasar inpres Kalianda membuat warungnya sering dikunjungi warga yang ingin menikmati berbagai sajian kuliner miliknya.

Sejak berjualan dengan sistem tenda warung pada awal tahun 2008 diakui Hendy, harganya cukup bersahabat sehingga konsep Tenda Sobat menjadi pilihan nama yang tepat. Selain itu dengan kesederhaan warung tenda yang bisa menjadi tempat makan berbagai kalangan tanpa memandang status.

Meskipun sudah banyak pelanggan, tidak lantas membuat dirinya ingin membuat warung permanen yang lain atau membuka cabang. Hendy mengaku bisnis kuliner yang ditekuinya merupakan sebuah bisnis yang telah memberinya kesempatan untuk memberdayakan warga di situ diantaranya tukang parkir serta anak anak muda yang tidak memiliki pekerjaan.

“Bahkan beberapa karyawan yang sejak sembilan tahun lalu bekerja disini, sebagian sudah mandiri dan membuka usaha kuliner di tempat lain dengan meniru konsep berjualan,”sebutnya.

Sesuai dengan konsep tenda sobat, Hendy sang pemilik yang berasal dari Sumatera Barat ini pun tak mematok harga yang memberatkan bahkan berbagai menu yang ditawarkannya pun dibanderol dengan harga mulai Rp10.000,- hingga maksimal Rp18.000,-.

Harga yang bersahabat tersebut membuta pelanggan dari berbagai kalangan baik pelajar, mahasiswa maupun masyarakat umum selalu memadati tenda sobat di saat senja hingga malam hari karena warung tersebut buka sejak pukul 16:00 WIB hingga pukul 01:00 WIB dini hari.

Tenda Sobat warung makan berbagai jenis menu termasuk mie di Kota Kalianda tepatnya di Jalan Raden Intan

Salah satu pelanggan mie di tenda Sobat, Mei Lin (23) mengaku kerap datang membeli mie goreng dan terkadang bihun goreng di tenda sobat karena rasanya yang cukup khas. Mie goreng serta bihun goreng yang dipesan di tenda sobat diakuinya selalu dibawa pulang. Selain datang langsung ia bahkan kerap menelpon terlebih dahulu di warung kaki lima tersebut dan akan mengambil pesanan setelah bihun goreng serta mie goreng pesanananya selesai dibuat.

Jurnalis : Henk Widi / Redaktur : ME. Bijo Dirajo / Foto : Henk Widi

Komentar