Takut Tanah Bergerak, Puluhan Murid TK Belajar di Teras Sekolah

16

SELASA, 7 FEBRUARI 2017

PONOROGO — Puluhan murid Taman Kanak-Kanak Darma Wanita Persatuan Desa Tugurejo, Kecamatan Slahung, Kabupaten Ponorogo terlihat tengah mengikuti pelajaran yang diberikan oleh guru. Namun ada yang berbeda kali ini, mereka tidak belajar di dalam kelas melainkan di teras tepat depan kelas.

Suasana belajar siswa TK di teras

Hal ini dilakukan karena para guru khawatir akan keselamatan para muridnya, mengingat sekolah mereka berada tepat di atas tanah gerak. Tampak di dalam kelas lantai  jebol, retakan pun mengelilingi dinding, serta tebing yang berada di belakang sekolah longsor dan sudah menghancurkan dinding bagian belakang sekolah.

Salah satu guru, Purwati menjelaskan, kondisi belajar di teras sudah berlangsung sejak seminggu yang lalu. Dirinya mengkhawatirkan keselamatan anak didiknya. Selain karena takut tertimpa bangunan sekolah yang mulai miring, juga karena banyaknya pecahan keramik yang khawatir melukai anak didiknya.

“Saya saja mau masuk ruangan ambil sesuatu takut, soalnya rasanya tanahnya miring, apalagi kalau hujan terus-terusan, khawatir longsor,” jelasnya kepada Cendana News di lokasi, Selasa (7/2/2017).

Lantai kelas yang rusak

Disebutkan, akibat hujan dengan intensitas sedang mengguyur secara terus menerus di kawasan tersebut menyebabkan beberapa rekahan tanah, bahkan muncul rembesan air yang  menambah kekhawatiran.

Kejadian serupa juga menimpa SDN 2 Tugurejo yang berada berseberangan. Empat ruangan di sekolah rusak parah. Bahkan ruang kelas 2 dan ruang kelas 4 sudah dirobohkan.

Kepala sekolah SDN 2 Tugurejo, Mujiono menerangkan, kejadian ini sudah terjadi sejak awal Januari 2017 lalu. Bahkan murid yang ruangannya dirobohkan harus rela berangkat siang, bergantian dengan siswa kelas lain.

“Yang sekolah siang kelas 2 dan kelas 4, sedangkan yang masuk pagi siswa kelas 1 dan kelas 3,” tuturnya.

Sementara para guru dan kepala sekolah menggunakan ruang kesenian yang dijadikan kantor. Beruntung kejadian ini tidak menyurutkan minat belajar anak didik. Hal ini terlihat para murid yang masuk pada siang hari yakni pukul 11.00 – 15.00 tetap antusias belajar.

Dua ruang kelas yang sudah dirobohkan di SDN 2 Tugurejo

Ditanya terkait kebijakan relokasi, pihak sekolah hanya bisa menunggu keputusan dari Dinas Pendidikan. Saat ini pihak perangkat desa tengah melakukan negosiasi dengan pemilik lahan.

“Karena masih belum ada kesepakatan antara pemilik dengan perangkat desa, kami masih menunggu keputusan dari Diknas terkait relokasi sekolah,” pungkasnya.

Jurnalis : Charolin Pebrianti / Redaktur : ME. Bijo Dirajo / Foto : Charolin Pebrianti

Lihat juga...

Komentar Anda

Alamat email anda tidak akan disiarkan.