Tampung Kreativitas Seniman, Disbudpar Kota Malang Gelar Tazokraf

171

MINGGU, 19 FEBRUARI 2017

MALANG — Dalam rangka menyediakan destinasi wisata baru sekaligus meningkatkan kunjungan wisatawan, Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) kota Malang menggelar sebuah acara bertajuk ‘Taman Zona Kreatif (Tazokraf)’ di Alun-alun Merdeka. Kegiatan Tazokraf sendiri merupakan sebuah acara yang baru pertama kali diadakan yang digagas oleh bidang ekonomi kreatif Disbudpar.

Penampilan seniman kota Malang

Dalam acara tersebut para seniman dan juga komunitas yang ada di Malang unjuk kebolehan. Selain itu, para pelaku Usaha Kecil Menengah (UKM) juga hadir  menawarkan produk unggulan mereka.

“Tazokraf baru pertama kali diadakan oleh bidang ekonomi kreatif Disbudpar untuk menampung dan menyalurkan aspirasi maupun krearifitas dari para seniman yang ada di kota Malang,” jelas kepala Disbudpar, Ida Ayu Made Wahyuni, Minggu (19/2/2017).

Kepala Disbudpar Ida Ayu Made Wahyuni

Menurutnya, Kota Malang saat ini bisa disebut sebagai kota kreatif Indonesia dan hal itu merupakan sebuah perhatian dari pemerintah pusat bahwa Malang dari segi Sumber Daya Manusia (SDM) kreatifnya benar-benar dapat dipertanggung jawabkan. Pada tahun kemarin pihaknya memiliki 1000 start up di segala bidang bisnis.

Begitu pula dengan seni pertunjukkan, ketika pihaknya mengadakan sebuah kegiatan, maka teman-teman seniman baik itu seniman tradisi maupun modern semua merapat ke Disbudpar.

“Kami berharap Tazokraf tidak hanya ada hari ini saja tetapi bisa terus berlanjut dan semakin menarik untuk kedepannya,” ucapnya.

Lebih lanjut Ida Ayu juga berharap peran serta dari para awak media baik media online, cetak maupun media elektronik untuk turut mempromosikan semua hal yang berkaitan dengan kota Malang.

Penampilan seniman kota Malang

Sementara itu kepala bidang ekonomi kreatifitas Disbudpar, Heri menyampaikan dalam kegiatan Tazokraf tersebut nantinya juga memanfaatkan keberadaan taman di kota Malang.

“Nantinya di taman-taman yang ada di kota Malang akan diadakan berbagai kegiatan diantaranya pertunjukkan seni dan budaya dari berbagai komunitas. Dengan adanya berbagai kegiatan tersebut maka taman-taman akan menjadi lebih hidup lagi sehingga taman tidak dijadikan ajang pacaran,” pungkasnya.

Jurnalis : Agus Nurchaliq / Redaktur : ME. Bijo Dirajo / Foto : Agus Nurchaliq

Baca Juga
Lihat juga...