hut

Tamudika, Organisasi Pecinta Alam Berasas Kekeluargaan

KAMIS, 2 FEBRUARI 2017

LAMPUNG — Sebagai sebuah organisasi pecinta alam, pendidikan dasar organisasi Tamudika tak pernah menggunakan kekerasan fisik kepada para junior yang akan masuk atau mengikuti kegiatan. Kekuatan fisik justru akan digunakan langsung di alam, dan bersama membentuk keluarga.

Anggota Tamudika saat bersiap melakukan penyelaman. (Dok: Tamudika)

Benny mengatakan, organisasi Tamudika bersifat kekeluargaan, tanpa membatasi senioritas maupun junioritas. Setiap anggota yang memiliki sertifikat penyelaman atau keahlian menyelam dengan berbagai tingkat keahlian, pun tidak lantas membuat setiap anggota menunjukkan senioritas maupun junioritasnya, melainkan saling membagi ilmu dengan cara-cara kekeluargaan, untuk meningkatkan keahlian dalam kegiatan penyelaman.

Kepada para anggota baru, kata Benny, ditanamkan pelatihan dan pemahaman moral, agar anggota baru yang sebelumnya memiliki sifat urakan atau tidak menghargai alam bisa lebih menghargai alam, khususnya laut. Selain itu, juga lebih bijak, lebih baik dalam bertindak, karena jika fisik kuat, namun moralnya jelek, tidak ada fungsinya untuk kemajuan organisasi Tamudika.

“Kita tidak pernah menggunakan latihan fisik kepada yunior, karena fisik yang kuat justru akan digunakan untuk kegiatan langsung di alam dan lebih dari itu tidak ada senioritas, karena kami membentuk keluarga, sehingga semua anggota kami anggap kakak, adik dan saudara,” ungkap Benny.

Maraknya kegiatan wisata serta kurang pedulinya generasi muda akan kelestarian alam, menjadi satu keprihatinan Tamudika, terutama banyaknya pantai-pantai yang menjadi lokasi pembuangan sampah. Tamudika bahkan mulai menggandeng beberapa destinasi wisata bahari untuk menyediakan kotak-kotak sampah, agar pengunjung tempat wisata tidak membuang sampah sembarangan.

Hasil transplantasi terumbu karang di perairan Pantai Kalianda yang dilakukan Tamudika. (Dok: Tamudika)

Penyadaran akan moral yang baik terhadap alam juga gencar dilakukan di lingkungan kampus, sekolah dan melakukan sosialisasi-sosialisasi membawa misi mencintai lingkungan dan misi organisasi, sesuai beban nama yang diemban, yakni organisasi para pemuda yang memiliki ilmu dan kebijaksanaan, dan memiliki maksud baik terutama dalam mencintai alam, khususnya laut dan segala isinya.
Baca:
Tamudika, Mencinta dan Swadaya Menjaga Laut dan Isinya
Selain itu pula, sebagai organisasi nirlaba dan swakelola, Tamudika selama ini tak pernah mencari sumber dana dari Pemerintah. Namun, ikut membantu Pemerintah dalam mengawal kebijakan-kebijakan untuk menjaga lingkungan laut dari aktivitas perusakan serta ikut memberi penyadaran dan pemahaman kepada masyarakat, untuk melestarikan lingkungan terutama laut.

Kesadaran menjaga lingkungan laut sekaligus upaya menyadarkan generasi sekarang, bahwa laut merupakan warisan bagi generasi penerus yang masih akan menikmati laut dengan segala hasil kekayaan, serta keindahan yang bisa dinikmati tanpa merusaknya.

Jurnalis: Henk Widi/ Editor: Koko Triarko/ Foto: Istimewa

Lihat juga...