Terkait Situasi Nasional, MUI NTB Keluarkan Lima Pernyataan Sikap

SENIN 6 FEBRUARI 2017
MATARAM—Menyikapi situasi nasional yang terjadi saat ini, terkait kasus dugaan penistaan agama yang dilakukan Gubernur DKI Jakarta non aktif, Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok, Majlis Ulama Indonesia (MUI), Nusa Tenggara Barat (NTB) menggelar pertemuan bersama dengan tokoh agama dan sejumlah Pimpinan Organisasi Islam di NTB.

Ketua MUI NTB Saiful Muslim.

Dalam pertemuan tersebut MUI bersama tokoh agama dan Pimpinan sejumlah ormas Islam menghasilkan lima kesepakatan sekaligus pernyataan sikap menyikapi isu dugaan penistaan agama oleh Ahok, selanjutnya akan disampaikan kepada MUI Pusat.
“Hari ini MUI NTB atas desakan teman-teman dari tokoh agama dan Pimpinan Ormas Islam melakukan pertemuan dan menghasilkan lima kesepakatan sebagai bentuk sikap MUI NTB terhadap kasus Ahok di Jakarta” kata Ketua MUI NTB, Saiful Muslim, Senin (6/2/2017).
Lima kesepakatan tersebut antara lain,meminta kepada aparat penegak hukum untuk menangkap dan memenjrakan Ahok serta diberhentikan sebagai Gubernur DKI Jakarta.
MUI NTB juga meminta kepada pemerintaah pusat untuk tidak berpihaak dan diminta netral dalam kasus Ahok, menghentikan kriminalisasi terhadap ulama serta meminta supaya Megawati untuk meminta maat kepada umat islam, terkait pidatonya di hari ulang tahun PDIP yang dinilai menghina Islam.
“Selain itu, pemerintah dan aparat penegak hukum diminta untuk tidak mencurigai umat islam terhadap keutuhan NKRI, UUD 1945, Bhineka Tunggal Ikan dan Pancasila.
Ditanya apakah pertemuan tersebut dilakukan atas instruksi MUI Pusat, Saiful mengatakan, kalau pertemuan dan lima kesepakatan bersama yang dihasilkan tersebut atas inisiatif MUI NTB sendiri atas desakan tokoh agama dan Ormas Islam di NTB.
Jurnalis: Turmuzi/Editor: Irvan Sjafari/Foto:Turmuzi

Komentar