Terkendala Cuaca dan Pembebasan Lahan, Pembangunan JTTS Terus Dikebut

154

KAMIS, 9 FEBRUARI 2017

LAMPUNG — Proses pembangunan proyek Jalan Tol Trans Sumatera (JTTS) terus dilakukan dari ruas Bakauheni Lampung Selatan hingga Terbanggibesar Lampung Tengah. Proses pembangunan oleh salah satu pelaksana tol Jalan Tol Trans Sumatera di Lampung Selatan dari titik STA 00 Bakauheni hingga STA 39 Kecamatan Sidomulyo PT Pembangunan Perumahan (PP) bahkan terus melakukan proses pengerjaan pengerasan jalan di beberapa titik. Juga pembersihan lahan (land clearing) pasca sebagian warga telah mengosongkan lahan, bangunan yang telah memperoleh uang ganti rugi lahan di STA 18+125 Desa Klaten dan Desa Pasuruan, Kecamatan Penengahan. Sebagian alat berat juga telah melakukan pembersihan lahan pada sebagian areal lahan persawahan di beberapa zona yang telah dibebaskan untuk pembangunan Jalan Tol Trans Sumatera tersebut.

Roby Sumarna, General Affair (GA) PT Pembangunan Perumahan (PP).

Menurut Roby Sumarna (38) selaku General Affair (GA) PT Pembangunan Perumahan (PP) saat dikonfirmasi Cendana News, proses pembangunan Jalan Tol Trans Sumatera (JTTS) ruas Bakauheni Lampung Selatan-Terbanggi Besar, Lampung Tengah, hingga kini masih terus dilaksanakan. Khusus untuk pembangunan JTTS yang dikerjakan oleh PT PP, diakui Roby, merupakan pengerjaan paket I dari Bakauheni ke Sidomulyo atau dari titik STA 00 di Bakauheni hingga STA 39 Kecamatan Sidomulyo. Meski demikian, ia mengakui, beberapa kendala yang ditemukan di lapangan terkait proses pembangunan jalan tol Sumatera tersebut masih terus diselesaikan.

“Kita telah lakukan pembebasan lahan berkoordinasi dengan tim pejabat pembuat komitmen dalam hal pembebasan lahan karena masih ada beberapa titik yang belum dibebaskan di beberapa zona yang menjadi tanggung jawab PT PP,” ungkap Roby Sumarna saat ditemui Cendana News di kantor PP di Kecamatan Penengahan Kabupaten Lampung Selatan, Kamis sore (9/2/2017).

Beberapa titik yang sebelumnya sempat diblokir oleh warga berkaitan dengan uang ganti rugi lahan di antaranya di Dusun Cilamaya, Kampung Jering, Desa Bakauheni, menurut Roby, telah dilakukan negosiasi dengan warga sehingga kini bisa dikerjakan. Namun di beberapa zona di antaranya zona satu di titik 500 ia mengakui masih ada lahan milik warga yang hingga kini belum dibebaskan. Sementara itu, di zona dua paket 1 Bakauheni-Sidomulyo, sepanjang 4 kilometer lahan yang berada di Dusun PKS Desa Penengahan, Kecamatan Penengahan, hingga kini masih belum dibebaskan karena masih ada persoalan terkait tanah yang berada di kawasan milik Kementerian Kehutanan tersebut.

STA 18 d Desa Pasuruan yang akan dilalui JTTS.

Meski demikian, Roby mengakui, secara umum perkembangan proses pembangunan Jalan Tol Trans Sumatera yang menjadi tanggung jawab PT Pembangunan Perumahan terus berjalan. Beberapa titik fly over di STA 14 Desa Tetaan, Kecamatan Penengahan, hingga kini ungkap Roby, terus dikerjakan.  Sementara salah satu upper pas yang sedang dikerjakan dengan proses pembuatan konstruksi pier head sebagai penyangga upper pas di Desa Hatta, Kecamatan Bakauheni, tepat di depan kantor Karantina Pertanian Kelas I Bandarlampung, diprediksi akan selesai dan bisa dibuka pada bulan Maret mendatang. Karena konstruksi tersebut masih dalam tahap proses pengeringan. Proses pengerjaan untuk penyelesaian JTTS di paket 1 tersebut, ungkap Roby, saat ini pihak PT PP menggandeng beberapa sub kontraktor untuk penyelesaian JTTS di paket 1.

Khusus untuk beberapa kendala di lapangan terkait pembebasan lahan di tanah milik masyarakat, Roby mengungkapkan, saat ini beberapa persoalan yang mengakibatkan belum dilakukan proses pembebasan lahan hingga pembersihan lahan akibat belum adanya kesamaan antara tim appraisal dengan warga terkait lahan, bangunan dan tanam tumbuh. Seperti yang terjadi di Desa Kuripan, Kecamatan Penengahan, Kabupaten Lampung Selatan, ia mengaku, hal tersebut akan segera diselesaikan agar warga yang memiliki lahan bisa segera menerima uang ganti rugi dan pelaksana JTTS bisa melanjutkan proses pengerjaan JTTS.

Selain kendala pembebasan lahan, Roby mengungkapkan, kondisi cuaca selama proses pengerjaan sepanjang 39 kilometer yang dilakukan oleh PT PP terkendala kontur alam, cuaca hujan. Kontur alam tersebut di antaranya beberapa titik yang memiliki kondisi alam berbatu mengakibatkan proses blasting (peledakan) untuk meratakan tanah pada lahan berbatu membutuhkan proses cukup lama di antaranya di wilayah Dusun Bunut, Desa Bakauheni. Sementara untuk kondisi tanah datar di wilayah Penengahan, proses pembersihan lahan dengan menggunakan alat berat saat ini tidak mengalami kendala.

Lokasi upper pas antara JTTS dengan Jalan Tol Lintas Sumatera di Desa Hatta. Kecamatan Bakauheni.

JTTS ruas Bakauheni-Terbanggibesar berdasarkan data Cendana News memiliki panjang 140 kilometer dan mulai menunjukkan perkembangan. Proses pengerjaan konstruksi di beberapa paket bahkan telah terlihat rapi dan beberapa dilapisi beton. Proses pengerjaan ruas tol Bakauheni-Terbanggibesar tersebut dikerjakan oleh beberapa pelaksana tol di antaranya dari seksi 1 yang dikerjakan oleh PT PP (Persero), seksi 2 dikerjakan oleh PT Waskita Karya (Persero), seksi 3 dikerjakan oleh PT Adhi Karya (Persero) serta seksi 4 dikerjakan oleh PT Wijaya Karya (Persero) di bawah Badan Usaha Jalan Tol (BUJT) yang dipegang oleh PT Hutama Karya (HK).

Jurnalis: Henk Widi / Editor: Satmoko / Foto: Henk Widi

Baca Juga
Lihat juga...