Tiga Bulan Berlalu, Jembatan Ambrol di Ponorogo Belum Diperbaiki

126

SENIN, 13 FEBRUARI 2017

PONOROGO — Jembatan penghubung antara Dusun Sumberejo dan Dusun Ngemplak, Desa Munggu, Kecamatan Bungkal, Kabupaten Ponorogo, sejak akhir November 2016 lalu, ambrol akibat banjir bandang. Hingga kini, belum ada bantuan dari Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Ponorogo. Padahal, sebagian besar jembatan ini sudah habis terbawa arus, tiang penyangga jembatan serta tanah di sisi bagian kanan jembatan tergerus air. Akibatnya, sebagian badan jalan juga terseret arus saat volume air sungai bertambah deras.

Kondisi terkini jembatan penghubung antardusun di Ponorogo.

Kepala Dusun Sumberejo, Misno, menjelaskan, agar jembatan masih bisa digunakan, warga membuat sesek (anyaman bambu-redaksi) dan dipasang di atas jembatan.

“Pasalnya, warga biasa lewat sini. Baik orang tua yang jalan kaki maupun anak-anak sekolah sering melintasi jembatan ini,” jelasnya kepada Cendana News, Senin (13/2/2017).

Jika jembatan ini tidak bisa digunakan, warga tentu merasa kesulitan. Bagaimana tidak, jembatan ini merupakan satu-satunya akses yang paling cepat untuk warga saat menjalani aktivitas ekonomi. Bahkan jarak tempuh untuk anak-anak sekolah serta untuk Posyandu harus melewati jembatan ini.

“Sebenarnya ada jalan lain, tapi harus memutar jauh. Yang biasanya jarak tempuh cuma 500 meter menjadi 2000 meter,” terangnya.

Jembatan sepanjang 21 meter dengan lebar 3 meter itu, kini masih tetap digunakan warga. Meskipun saat melintas terbersit perasaan khawatir karena sesek yang dijadikan alas terlihat kurang aman akibat bagian bawah jembatan sudah langsung menuju sungai setinggi 7 meter.

 “Selain itu, jembatan ini juga satu-satunya akses menuju air terjun Totokan Indah,” cakapnya.

Misno berharap, meski sudah tiga bulan berlalu, segera ada perbaikan untuk jembatan krusial ini. Jembatan yang dibangun tahun 2014 lalu ini, menggunakan dana APBD Ponorogo dan sudah dilaporkan kerusakannya kepada Camat Bungkal dan BPBD Ponorogo.

Seorang warga melintasi jembatan yang sudah lama ambrol.

“Semoga ada jalan untuk membangun jembatan tersebut,” harapnya.

 Salah satu warga, Jono, bahkan mengaku khawatir saat melintas. Apalagi jika sewaktu-waktu sesek yang digunakan ambrol.

“Meski sudah ada sesek, saya masih khawatir, soalnya jembatannya seperti mau ambrol penuh,” pungkasnya.

 Jurnalis: Charolin Pebrianti / Editor: Satmoko / Foto: Charolin Pebrianti

Baca Juga
Lihat juga...