banner lebaran

Tiga Potensi Energi Panas Bumi di Sumbar Dieksplorasi

427

SENIN, 2O FEBRUARI 2017

PADANG — Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Sumatera Barat, menyatakan, ada 3 daerah yang kini sedang dieksplorasi. Energi panas bumi yang dieksplorasi itu adalah minyak dan gas di Kabupaten Sijunjung, energi terbarukan di Kabupaten Solok Selatan, dan gas metan di Kota Sawahlunto.

Kasi Sumber Daya Energi, Dinas ESDM Sumbar, John Kimberly

Kepala Seksi Sumber Daya Energi, Dinas ESDM Sumbar, John Kimberly, menjelaskan, eksplorasi minyak dan gas (migas) di Sijunjung dikerjakan oleh PT. Rizki Bukit Barisan. Potensi migas yang terkandung di Blok Bukit Barisan itu masing-masing diperkirakan sebanyak 120 Juta barel minyak dan 260 Miliar kaki kubik gas. “Pihak PT. Rizki Bukit Barisan memperkirakan ada cadangan gas yang memiliki daya listrik sebesar dua ratus Mega Watt untuk masa pakai dua puluh tahun,” jelasnya, saat ditemui di ruang kerjanya, Senin (20/2/2017).

Ia mengakui, belum bisa memastikan kapan cadangan migas yang ada di Sijunjung tersebut bisa ditetapkan harganya, mengingat perlu adanya penyelesaian Plan of Development (PoD) yang kini masih berjalan. “PoD itu nantinya akan disetujui oleh Kementerian ESDM, setelah melalui tahap evaluasi dan rekomendasi SKK Migas, maka kontraktor yang mengajukan PoD itu akan mendapat pengembalian dana investasi yang telah dikeluarkan selama melakukan eksplorasi,” papar John.

Artinya, lanjut John, akan ada bagi hasil antara kotraktor dengan Pemerintah, bila cadangan gas yang ditemukan layak untuk diinvestasikan dengan perkiraan sesuai dengan rencana awal, yakni sebesar 200 MW. “Setelah POD selesai, akan dihitung biaya investasi, lalu Pemerintah akan menetapkan harga. Bagi hasil ini delapan puluh persen untuk Pemerintah, dikurangi biaya tenaga kerja, dan  lima belas persen untuk kontraktor,” ujarnya.

Menurutnya, melihat dari penggalian di Sinamar 1 dan 2, maka untuk untuk Sinamar 3 ini kontraktor optimis eksplorasi yang dilakukan berhasil. Sementara itu, potensi cadangan migas di Sijunjung sudah ditemukan sejak 1980-an, ketika Perusahaan Caltex berminat untuk berinvestasi. Namun, mengingat ketika itu soal biaya dinilai tidak ekonomis, Caltex pun mengurungkan niat untuk mengambil migas tersebut. “Sejak itu, baru pada dua ribu tiga belas, lalu, ada kontraktor untuk kembali menggali potensi di Sijunjung,” jelasnya.

Sementara di Kabupaten Solok Selatan, PT. Supreme Energy Muara Labuh menggarap potensi geothermal di 2 titik, yaitu Muara Labuh dan Kili Pinangawan, dengan potensi energi masing-masing 194 MW dan 412 MW. Lalu, di Kota Sawahlunto, 1 perusahaan tengah mengeksplorasi gas metan. “Untuk eksplorasi gas metan di Sawahlunto itu belum saya ketahui perkembangan terbarunya,” tutup John.

Jurnalis: Muhammad Noli Hendra/ Editor: Koko Triarko/ Foto: Muhammad Noli Hendra

Lihat juga...

Komentar Anda

Alamat email anda tidak akan disiarkan.