banner lebaran

Tiga Saksi Diperiksa Penyidik KPK Terkait Kasus Suap Patrialis Akbar

41

SENIN, 13 FEBRUARI 2017

JAKARTA — Penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) hingga saat ini masih terus menyelidiki dan mendalami motif sekaligus melakukan pengembangan terkait kasus dugaan suap “judicial review” atau uji materi terhadap Undang-undang (UU) Nomor 41 Tahun 2014 yang mengatur tentang Peternakan dan Kesehatan Hewan.

Gedung baru KPK di Jakarta.

Hingga kini, penyidik KPK sementara setidaknya telah menetapkan 4 orang tersangka dalam kasus tersebut, salah satu di antaranya adalah Patrilalis Akbar. Patrilalis Akbar telah ditetapkan sebagai tersangka dan sudah ditahan. Patrialis Akbar belakangan diketahui pernah bekerja sebagai Hakim di Mahkamah Kontitusi (MK) Republik Indonesia.

Patrialis Akbar sebelumnya tercatat pernah menjadi anggota Partai Amanat Nasional (PAN) sebelum akhirnya Patrialis Akbar dinyatakan lolos seleksi dan bekerja sebagai hakim di Mahkamah Konstitusi (MK). Patrialis Akbar diduga telah menerima sejumlah uang suap terkait dengan pembahasan terhadap Undang-Undang (UU) Nomor 41 Tahun 2014.

Terkait dengan hal tersebut, hari ini penyidik KPK memanggil dan memeriksa 3 orang saksi, 1 saksi dari pihak swasta, sedangkan 2 saksi lainnya adalah Hakim Mahkamah Konstitusi (MK). Ketiganya diperiksa sebagai saksi untuk salah satu tersangka kasus suap terkait dengan aturan seputar impor daging sapi untuk tersangka Patrialis Akbar.

Berdasarkan pantauan Cendana News langsung dari Gedung Baru KPK Jakarta, Jalan Kuningan Persada Belakang, Setia Budi, Jakarta Selatan, menurut keterangan petugas KPK, ketiga hakim tersebut sudah datang ke Gedung KPK sejak pukul 10:00 WIB. Ketiga saksi yang diperiksa penyidik KPK hari ini masing-masing adalah Pina Tamim dari pihak swasta, kemudian I Gede Dewa Palguna dan Manahan MP Sitompul, keduanya Hakim MK.

“Hari penyidik KPK kembali memanggil dan melakukan pemeriksaan terhadap 3 orang saksi, 1 saksi swasta dan 2 saksi Hakim Mahkamah Kontitusi (MK). Ketiganya diperiksa sebagai saksi untuk tersangka PAK atau Patrialis Akbar dalam kasus perkara dugaan suap terkait dengan judicial review atau uji materi terhadap Undang-Undang (UU) No. 41 Tahun 2014 tentang Peternakan dan Kesehatan Hewan,” kata Febri Diansyah, Juru Bicara KPK, kepada wartawan di Gedung Baru KPK Merah Putih Jakarta, Senin siang (13/2/2017).

Sebelumnya diberitakan, bahwa Patrialis Akbar merupakan salah satu orang yang ditangkap dan diamankan  petugas KPK pada saat menggelar Operasi Tangkap Tangan (OTT) di beberapa lokasi yang berbeda di Jakarta. Patrialis Akbar diberitakan telah ditangkap petugas KPK saat dirinya sedang jalan-jalan di kawasan Grand Indonesia Mall, Tanah Abang, Jakarta Pusat.

Petugas KPK sebelumnya diketahui telah menangkap 4 orang di beberapa lokasi yang ada di Jakarta dalam waktu yang hampir bersamaan. Masing-masing di antaranya adalah Basuki Hariman terduga pemberi suap, Fenny N.G. terduga perantara suap, Kamaludin terduga perantara suap dan terakhir adalah Patrialis Akbar terduga pihak penerima suap.

Jurnalis: Eko Sulestyono / Editor: Satmoko / Foto: Eko Sulestyono

Lihat juga...

Komentar Anda

Alamat email anda tidak akan disiarkan.