banner lebaran

Tingkatkan Produksi Jagung, Mentan Dukung Gempita di Lampung

262
KAMIS, 16 FEBRUARI 2017

LAMPUNG—Menteri Pertanian Republik Indonesia (Mentan) Andi Amran Sulaiman melakukan panen raya di Kecamatan Katibung, Kabupaten Lampung Selatan, bersama ratusan kelompok tani kemitraan bersama PT Vasham Cosa yang merupakan anak perusahaan Japfa Comfeed di Kabupaten Lampung Selatan. Selain melakukan proses panen raya jagung menggunakan mesin corn sheller Mentan Andi Amran Sulaiman juga memberikan bantuan sekitar 9 unit corn sheller, 495.000 benih jagung hibrida yang bertujuan untuk kemitraan bagi ratusan petani di wilayah Kabupaten Lampung Selatan.

Lahan pertanian jagung di Kecamatan Katibung.

Keprihatinan Mentan Andi Amran Sulaiman akan rendahnya harga jagung yang pernah mencapai sekitar Rp 2.700 per kilogram membuat Andi memiliki terobosan untuk peningkatan ekonomi petani jagung dengan harga sekitar Rp 3.750 per kilogram. Harga yang menguntungkan bagi petani tersebut, diakui Andi Amran Sulaiman akan mendorong petani melakukan peningkatan produktivitas jagung yang ada di Indonesia sehingga target Kementerian Pertanian pada akhir tahun 2017 ini Indonesia tidak akan mengimpor jagung dari negara Thailand. Selain jagung, Andi Amran bahkan mendorong beberapa daerah di wilayah timur Indonesia di antaranya Sulawesi, Papua, melakukan penanaman jagung dengan bantuan fasilitas bibit, pupuk, hingga alat dan mesin pertanian (Alsintan) secara gratis. Termasuk penyediaan alat pompa air dan bendungan untuk pengairan lahan pertanian baik jagung maupun padi.

“Khusus untuk jagung saya targetkan akhir tahun ini kita tidak pernah lagi mengimpor jagung dari negara lain karena Kementerian Pertanian sudah berupaya menyediakan fasilitas dan sarana untuk peningkatan produktivitas pertanian dari bibit hingga pemanenan dan saya akan selalu mendorong petani untuk lebih maju,” ungkap Menteri Pertanian Republik Indonesia, Andi Amran Sulaiman, di hadapan ratusan petani jagung di Kecamatan Katibung, Kabupaten Lampung Selatan, Kamis (16/2/2017).

Andi Amran Sulaiman bahkan memberi perhatian kepada kelompok tani penanam jagung yang kekurangan air dan kesulitan air dengan akan memberikan bantuan mesin bor, pompa air dan pembuatan bendungan agar petani bisa memperoleh pasokan air untuk tanaman jagung.

CEO PT Vasham, Andrian Irvan Kolonas yang hadir dalam panen raya jagung di Kecamatan Katibung mengaku, kehadiran PT Vasham untuk memfasilitasi kegelisahan para petani jagung di wilayah Lampung yang kerap ditolak perusahaan pengolahan jagung akibat kadar air yang masih tinggi di atas 5 persen saat dijual. Sementara jumlah jagung yang dijual petani ke beberapa pabrik penampungan jagung sangat berlimpah dan kerap ditolak untuk dikeringkan lagi secara manual.

“Kami hadir di Lampung untuk memberi solusi dengan adanya alat pengering jagung sehingga saat dikirim ke gudang tidak ada jagung dari petani yang ditolak dan memberi semangat bagi para petani jagung,” ungkap Andrian Irvan Kolonas.

Andrian Irvan Kolonas selaku CEO PT Vasham yang menjadi penampung hasil panen jagung milik petani di wilayah tersebut, menjalin kemitraan dengan petani jagung mulai dari pemberian bibit, pemberian bantuan alat, dan mesin pertanian serta jaminan harga yang relatif tinggi dan menguntungkan.

Irvan yang juga didaulat sebagai pembina gerakan pemuda tani Indonesia (Gempita) bahkan oleh Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman, diangkat menjadi pembina Gerakan Pemuda Tani Indonesia di bidang pertanian jagung. Andi Amran Sulaiman telah memberikan contoh adanya salah satu pemuda berusia 22 tahun yakni Irvan yang menerjunkan diri dalam usaha di bidang pertanian jagung mulai dari pembibitan hingga masa panen.

Pengembangan gerakan pemuda tani akan digencarkan di seluruh Indonesia dengan prospek kemitraan dengan beberapa perusahaan penampung jagung serta beberapa perusahaan pembuatan pakan ternak. Sebagian perusahaan kini bahkan telah memiliki gudang penyimpanan dan alat pengering jagung (dryer) agar bisa menerima jagung hasil panen jagung dari petani.

Sebagai bentuk dukungan kepada gerakan pemuda tani Indonesia di setiap daerah, diungkapkan oleh Andi Amran Sulaiman, akan menjadi penyokong ketahanan pangan Indonesia tanpa harus mengimpor. Para kelompok tani yang terbentuk akan dibentuk menjadi penggerak untuk kegiatan 1 pemuda 1 hektar.

“Sebagai bentuk dukungan akan diberikan bantuan secara gratis mulai dari bibit, pupuk, hingga mesin dan alat pertanian jika kelompok yang dibentuk memiliki dedikasi untuk pengembangan tanaman jagung. Indonesia butuh pemuda yang memiliki semangat untuk mengembangkan jagung,” terangnya.

Mentan Andi Amran Sulaiman yang didampingi Sekretaris Daerah Provinsi Lampung Ir. Sutono MM, Bupati Lampung Selatan Zainudin Hasan, Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Lampung Selatan Rini Ariasih, serta beberapa pejabat provinsi Lampung dan Kabupaten Lampung Selatan juga langsung ikut memetik jagung milik petani yang bekerjasama dengan PT Vasham yang merupakan anak perusahaan PT Japva Comfeed dalam menampung hasil produksi jagung para petani dengan teknik kemitraan dan juga penggunaan alat mesin modern maupun mesin perontok jagung.

Andrian Irvan Kolonas, Ketua Pembina Pemuda Tani Indonesia.

Khusus di wilayah Lampung Selatan, Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Lampung Selatan, Rini Ariasih, mengungkapkan, saat ini keluasan tanaman jagung mencapai 128.000 hektar. Untuk tahun 2017 bisa mengalami peningkatan dan penurunan. Sebab, beberapa bulan ini ia mengaku, sebagian petani jagung dalam masa musim hujan beralih ke lahan pertanian lain.

Jurnalis: Henk Widi/ Editor: Satmoko / Foto: Henk Widi

Lihat juga...

Komentar Anda

Alamat email anda tidak akan disiarkan.