banner lebaran

Tiongkok, Penyumbang Defisit Terbesar Perdagangan di Indonesia

69

KAMIS, 16 FEBRUARI 2017

JAKARTA — Badan Pusat Statistik Pusat melaporkan, perkembangan pertumbuhan Nilai Ekspor Indonesia sepanjang bulan Januari 2017 membuat Neraca Perdagangan Indonesia mengalami surplus menjadi 1,4 Miliar Dolar Amerika (USD), atau bisa dikatakan merupakan yang tertinggi kenaikannya secara bulanan atau Month to Month (M to M) dalam kurun waktu 3 tahun terakhir.

Suhariyanto (kemeja biru), Kepala BPS Pusat

Saat menggelar acara jumpa pers dengan para awak media di kantornya, Suhariyanto, Kepala BPS Pusat melaporkan, Nilai Ekspor Indonesia sepanjang bulan Januari 2017 sebesar 13,38 Miliar Dolar Amerika (USD) atau mengalami pertumbuhan sebesar 27,71 persen, bila dibandingkan dengan bulan yang sama (Januari) tahun 2016, yaitu hanya sebesar 10,38 Miliar Dolar Amerika (USD).

Suhariyanto juga mengatakan, berdasarkan perkembangan Nilai Ekspor Indonesia sepanjang bulan Januari 2017 tumbuh sebesar 27,71 persen, sebenarnya bisa dikatakan mengalami pertumbuhan  atau surplus bulanan yang terbesar dalam kurun waktu 3 tahun terakhir, atau sejak  Januari 2014.

Sementara itu, menurut BPS Pusat, 3 negara penyumbang pertumbuhan terbesar Nilai Ekspor Indonesia sepanjang Januari 2017, adalah India sebesar 989 Juta Dolar Amerika (USD), Amerika Serikat sebesar 804 Juta USD dan Belanda 248 Juta USD. Sementara itu, 3 negara penyumbang defisit perdagangan terbesar atau tertinggi pertama adalah Tiongkok sebesar 1,37 Miliar Dolar Amerika (USD), kedua Thailand sebesar 240 Juta USD, dan ketiga, Australia sebesar 180 Juta USD.

Jurnalis: Eko Sulestyono/ Editor: Koko Triarko/ Foto: Eko Sulestyono

Lihat juga...

Komentar Anda

Alamat email anda tidak akan disiarkan.