Tolak Politik Uang, Belasan Ibu Tua dan Muda di Yogyakarta ‘Klotekan’ Keliling Kampung

148

SELASA, 14 FEBRUARI 2017

YOGYAKARTA — Sebagai upaya untuk menolak politik uang serta mengajak warga berpartisipasi dalam proses Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) di Kota Yogyakarta, sejumlah warga Kampung Suryoputran, Kelurahan Panembahan, Kecamatan Kraton, Yogyakarta, beramai-ramai keliling kampung dengan melantunkan nyanyian serta aneka bunyi-bunyian, Selasa(14/2/2017), siang. 

Belasan ibu tua dan muda keliling kampung kampanyekan tolak politik uang.

Dengan mengenakan busana kebaya adat Jawa, warga kampung yang terdiri dari ibu-ibu rumah tangga, nenek-nenek, bapak-bapak hingga anak-anak ini nampak menabuh dan memukul-mukul sejumlah alat rumah tangga, mulai dari panci, wajan, loyang hingga kentongan. Mereka berkeliling kampung sambil menyanyi lagu dengan bait imbauan dan ajakan untuk mencoblos di Pilkada Kota Yogyakarta. “Ojo lali tanggal limo las.. ojo lali tanggal limo las… (jangan lupa tanggal lima belas),” ujar mereka kompak.

Selain mengajak untuk tidak golput, mereka juga nampak membawa sejumlah poster berisi ajakan untuk menolak politik uang, di antaranya berbunyi Waspada Serangan Fajar, Tolak Politik Uang, Terima Uang = Haram, Berikan Suara = Halal dan sejumlah poster lainnya.

Salah seorang warga Kampung Suryoputran, Ani Sudaryati, mengatakan, praktek politik uang harus dihindari karena akan melahirkan pemimpin yang hanya mengejar jabatan dan tidak mementingkan kepentingan rakyat. “Jangan mau suara kita dibeli dengan uang. Karena suara dalam Pemilu itu adalah hak kita. Jangan memilih calon yang memberi uang. Tapi, pilih calon dengan hati nurani kita masing-masing,” katanya.

Ani Sudaryati (kebaya merah)

Ia juga mengatakan, sebagai warga negara yang baik, semua masyarakat harus menggunakan hak pilihnya dengan sebaik-baiknya pada saat proses Pilkada pada 15 Februari esok hari, yakni dengan datang ke TPS untuk mencoblos atau tidak golput. “Harapannya semoga dengan Pilkada ini akan lahir pemimpin yang lebih baik untuk kesejahteraan masyarakat dan Kota Yogyakarta. Baik itu di bidang pendidikan, kesehatan, lingkungan, dan sebagainya,” jelas Ani.

Seperti diketahui, hari ini, Selasa 14 Februari 2017, merupakan hari masa tenang terakhir sebelum proses pemungutan suara Pilkada Serentak 2017 yang akan digelar esok hari, Rabu 15 Februari 2017. Di DIY sendiri, terdapat dua daerah yang menggelar Pilkada, yakni Kota Yogyakarta dan Kabupaten Kulonprogo.

Jurnalis: Jatmika H Kusmargana/ Editor: Koko Triarko/ Foto: Jatmika H Kusmargana  

Baca Juga
Lihat juga...