Totok Panen Air Hujan untuk Diolah Jadi Minuman Kesehatan

SABTU, 11 FEBRUARI 2017

YOGYAKARTA — Berada di wilayah beriklim tropis, Indonesia memiliki potensi air hujan yang berlimpah. Namun sayangnya, potensi tersebut tak pernah dimanfaatkan untuk kepentingan masyarakat. Air hujan justru kerap disalahkan karena menjadi penyebab banjir.

Tampungan air untuk memanen air hujan

Berawal dari keprihatinan itulah, seorang warga di kampung Jetisharjo, kecamatan Jetis, kota Yogyakarta, berusaha memanfaatkan air hujan sebagai sumber air minum sehari-hari. Dia adalah Totok Pratopo, tokoh penggerak masyarakat Jetisharjo yang juga ketua Pamerti Kali Code.

Memanfaatlan teknik elektrolisis yang dikembangkan seorang peneliti asal Magelang, Prof Kirjito, ia mengajak warga kampung di sekitarnya untuk memanen air hujan. Yakni dengan menampungnya pada wadah khusus untuk kemudian diolah dengan alat sederhana buatan sendiri, hingga bisa langsung diminum.

“Jadi air hujan itu kita tampung dalam bak air khusus. Lalu airnya kita olah dengan alat sederhana yang bisa kita buat sendiri dengan biaya sangat murah. Hasilnya air itu bisa langsung kita minum,” katanya belum lama ini.

Totok Pratopo

Ia menjelaskan, prinsip kerja alat sederhana itu adalah menggunakan teknik elektrolisis. Yakni menguraikan senyawa air dengan menggunakan arus listrik yang mengalir pada air tersebut. Dari hasil pengolahan itu akan didapat air dengan kandungan basa dan air dengan kandungan asam.

“Air dengan kandungan basa itu yang dapat langsung diminum. Sementara air kandungan asam bisa untuk pupuk tamanam,” ujarnya.

Disampaikan Totok, air dengan kandungan basa memiliki manfaat yang dapat menetralisir sampah metabolisme dalam tubuh karena mengandung zat anti oksidan. Dengan menkonsumsi air hujan yang telah diolah itu, tubuh akan bersih dari kotoran-kotoran sehingga mencegah timbulnya penyakit.

“Saya sudah membuat tampungan air di sejumlah titik lokasi kampung, sebagai alat untuk memanen air hujan. Dengan memanen air hujan ini diharapkan warga tidak perlu mengeluarkan banyak biaya untuk mendapatkan air minum,” katanya.

Alat pengolah air hujan sederhana

Totok mengakui mengajak masyarakat untuk memanen air hujan dan mengkonsumsinya memang bukan hal yang mudah. Meski begitu ia mengaku akan tetap berusaha mengajak masyarakat untuk melakukan hal yang bermanfaat tersebut.

“Memang mengajak warga melakukan hal semacam ini tidak mudah. Karena umumnya mereka masih belum percaya dan takut karena tidak memiliki dasar ilmunya. Sehingga memang harus dilakukan pelan-pelan dan bertahap,” ujarnya.

Jurnalis : Jatmika H Kusmargana / Redaktur : ME. Bijo Dirajo / Foto : Jatmika H Kusmargana

Komentar