UPT Dinas Pendidikan Penengahan, Gelar FL2SN dan OSN

234

SENIN, 20 FEBRUARI 2017

LAMPUNG — Unit Pelaksana Teknis Daerah (UPTD) Dinas Pendidikan Kecamatan Penengahan, Kabupaten Lampung Selatan, menggelar Festival dan Lomba Seni Siswa Nasional (FL2SN) dan Olimpiade Sains Nasional (OSN) Tingkat Sekolah Dasar Kecamatan Penengahan di Gedung Sekolah PGRI Kecamatan Penengahan, Lampung Selatan, Senin (20/2/2017).

Salah-satu tarian yang dilombakan.

Ketua Panitia Kegiatan FLS2N dan OSN Tingkat Sekolah Dasar Penengahan 2017, Heri Anto, mengatakan, kegiatan tersebut bertema ‘Kecintaan Terhadap Seni dan Budaya Bangsa, Menguatkan Karakter Menggugah Daya Cipta serta Membentuk Kelembutan hati’, merupakan upaya meningkatkan kreasi dan keterampilan para siswa di berbagai bidang kerajinan, kesenian, ilmu pengetahuan serta berbagai perlombaan lain.

Menurutnya, tingkat partisipasi puluhan sekolah yang ada di Kecamatan Penengahan cukup tinggi bahkan hampir seluruh siswa yang ada di Kecamatan Penengahan terlibat dan mengirimkan peserta untuk mengikuti kegiatan FLS2N dan OSN, di antaranya lomba tarian tradisional,  membatik, menyanyi solo, pidato, lomba puisi, pantomim, kriya anyam, melukis serta perlombaan lain yang ditangani serta dinilai oleh setiap dewan juri yang telah ditunjuk. Sementara untuk lomba OSN, hanya melombakan bidang studi Matematika dan IPA.

Pelaksanaan perlombaan dalam FLS2N dan OSN tersebut, lanjut Heri, diikuti oleh 30 sekolah dengan mengikuti sebanyak 11 perlombaan yang telah ditentukan. Sebagai bentuk penghargaan, peserta dari setiap SD atau sederajat, para pemnang akan diberi hadiah berupa trophy dan penghargaan dari Camat Kecamatan Penengahan dan KUPT Dinas Pendidikan Kecamatan Penengahan.

Lomba ketrampilan

“Kegiatan ini merupakan kegiatan rutin setiap tahun untuk mencari bakat-bakat terpendam dari berbagai bidang keilmuan di tingkat SD, di antaranya bidang IPA dan IPS dari seluruh Kecamatan Penengahan dan selanjutnya para pemenang akan diikutkan dalam FLS2N dan OSN tingkat Kabupaten Lampung Selatan,” jelas Heri, saat mendampingi KUPT Dinas Pendidikan Kecamatan Penengahan, Jamaludin.

Antusiasme para peserta terlihat tidak saja dari setiap sekolah yang mengirimkan peserta, namun juga sebagian masyarakat dan orangtua terlihat ikut mengantar anaknya dan menonton setiap pertunjukan seni yang ditampilkan. Beberapa perlombaan yang cukup menyedot perhatian di antaranya lomba tarian kreasi baru yang ditampilkan di halaman, disaksikan oleh seluruh juri lomba, Kepala Desa Pasuruan, Kartini.

Salah-satu tarian kreasi baru yang ditampilkan dan cukup mencuri perhatian dengan penggunaan properti yang semarak dalam FLS2N tersebut, salah-satunya Tarian Mahligai dari SDN 1 Tanjung Heran, Kecamatan Penengahan. Sebuah tarian kreasi baru yang ditampilkan tersebut juga dilengkapi dengan kostum semarak dominan merah.

Menurut sang guru pembina kesenian sekaligus penata tari (koreografer), Ardiansyah, tarian tersebut merupakan tari kreasi daerah Lampung yang menceritakan sepasang kekasih yang menjalin cinta dan akan melangsungkan pernikahan, namun di tengah perjalanan sang mempelai pria meninggal dunia sebelum pernikahan dilakukan, hingga terjadilah acara mahligai di makam. Acara mahligai tersebut menggambarkan permintaan maaf keluarga mempelai laki-laki, karena sang calon pengantin pria justru meninggal sesaat sebelum resepsi pernikahan berlangsung.

Heri Anto

“Tarian ini menggambarkan sebuah kisah di daerah Lampung, tentang pernikahan sepasang kekasih yang tidak berlanjut akibat kematian sang mempelai laki-laki dan keluarga mempelai laki-laki ingin menyampaikan permohonan maaf akibat halangan dan harus terpisah oleh kematian,” ungkap Ardiansyah.

Permintaan maaf dari keluarga laki-laki yang digambarkan dalam sebuah tarian dengan koreografi yang disiapkan selama 2 pekan sebelum Fl2SN berlangsung, merupakan upaya untuk melatih anak-anak berkreasi dengan tari-tarian yang merupakan hasil karya setiap guru kesenian di masing-masing sekolah.

Selain tarian mahligai, puluhan sekolah dasar juga menampilkan berbagai jenis tari kreasi baru dalam perlombaan tari di antaranya Tari Suburnya Tanoh Lado dari SDN 1 Pasuruan, Tari Putri Bekhilang dari SDN Sukabaru, Tari Panen Padi atau Muli Nuthu, Tari Bekhambak dari SDN 3 Pasuruan serta beberapa tarian lain yang bersumber dari kearifan lokal masyarakat Lampung yang ditampilkan oleh seluruh siswa SD di Kecamatan Penengahan.

Beragam lomba diselenggarakan di beberapa lokasi berbeda di areal SMP PGRI Penengahan. Selain di halaman sekolah, lomba juga digelar di beberapa ruangan terutama untuk perlombaan melukis, membatik, pidato, pantomim serta beberapa perlombaan lain. Selain didampingi oleh setiap guru pembimbing, beberapa peserta lomba juga mendapat pendampingan dari para orangtua yang ikut memberi semangat bagi putra-putrinya yang mengikuti berbagai perlombaan.

Jurnalis: Henk Widi/ Editor: Koko Triarko/ Foto: Henk Widi

Baca Juga
Lihat juga...