Urai Kemacetan di Perlintasan KA, Solo Bangun Fly Over

110

SELASA, 7 FEBRUARI 2017

SOLO — Tingginya laju lalu lintas di Kota Solo, Jawa Tengah, kian menjadikan kota ini semakin sesak. Guna mengurangi kemacetan di perlintasan Kereta Api (KA), pemerintah Kota (Pemkot) Solo dalam waktu dekat akan membangun jembatan layang (fly over) yang dananya berasal dari pemerintah pusat.

Ahmad Herri Marzuki, FX Hadi Rudyatmo dan rombongan Dirjen Bina Marga Kemenpupera meninjau lokasi perlintasan kereta api.

Keseriusan Pemkot Solo membangun fly over ini terlihat dengan datangnya Balai Pelaksanaan Jalan Nasional Wilayah VII Jawa Tengah, di perlintasan KA Manahan. Kunjungan ini tak lain untuk pemantapan pembangunan fly over yang direncanakan bakal dimulai pada Juni 2017 mendatang. “Detail Engineering Design atau DED-nya dalam waktu dekat selesai. Tinggal menunggu penyelesaiannya saja,” ungkap Kepala Balai Pelaksanaan Jalan Nasional Wilayah VII Semarang, Ahmad Herri Marzuki, kepada awak media, Selasa (7/2/2017).

Lebih lanjut Marzuki menjelaskan, fly over yang dibangun di perlintasan KA Manahan ini akan menggunakan teknik struktur baja bergelombang. Sedangkan DED  akan berbentuk letter Y.  Teknik struktur baja bergelombang, sebut dia, merupakan pilot project pusat penelitian dan pengembangan (Puslitbang) jalan dan jembatan Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (Kemenpupera).

“Kontruksi ini baru pertama kalinya akan diterapkan di Jawa Tengah. Sehingga fly over Solo punya keistimewaan tersendiri,” paparnya bersama rombongan Dirjen Bina Marga Kemenpupera dan Wali Kota Solo FX Hadi Rudyatmo.

Pembangunan fly over yang akan menelan anggaran Rp 82 milliar itu memiliki panjang sekitar 500 meter dengan lebar 16 meter. Jalan layang itu nantinya dapat dilewati dua jalur. Untuk anggaran dalam pembangunan fly over itu, pemerintah pusat hanya meng-cover Rp 52 milliar. “Untuk sisanya nanti ditanggung Pemkot Solo,” imbuhnya.

Wali Kota Solo FX Hadi Rudyatmo, menambahkan, pentingnya dibangun  fly over Manahan karena selama ini lokasi itu termasuk salah satu titik krodit saat jam-jam sibuk. Terlebih saat kereta api melintas, kemacetan panjang tak dapat dihindarkan. Sedangkan untuk pelaksanaan pembangunan fly over, Rudy, sapaan Wali Kota Solo, meminta akan lebih cepat.

“Pada dasarnya lebih cepat lebih baik. Mei mendatang saya harapkan lelang sudah dapat selesai,” tambah dia. 

Jurnalis: Harun Alrosid / Editor: Satmoko / Foto: Harun Alrosid

Baca Juga
Lihat juga...