Valentine Day, Anak Muda Yogyakarta Gelar Festival Melupakan Mantan

156

SENIN, 13 FEBRUARI 2017

YOGYAKARTA — Salah-satu dinding ruangan aula bangunan di Jalan Mangkubumi Yogyakarta, nampak dipenuhi tempelan lembaran kertas berwarna-warni. Di tiap lembar kertas itu nampak terdapat berbagai tulisan tangan ungkapan kegalauan khas remaja zaman sekarang. Ada kata-kata tentang perpisahan dan kerinduan. Ada pula kata-kata tentang masa lalu dan kenangan. 

Sejumlah tulisan tangan dan lukisan dalam Festival Melupakan Mantan

Di sudut ruangan lain, sebuah meja tampak dipenuhi barang-barang keseharian yang dibiarkan dijejer. Ada sejumlah barang seperti boneka, tas, topi, kaos hingga pigura dengan foto seseorang. Semua barang dan tulisan tangan itu adalah sumbangan para pengunjung Festifal Melupakan Mantan.

Festival Melupakan Mantan merupakan festival tahunan yang digagas sejumlah anak muda Yogyakarta sejak 3 tahun lalu. Berawal dari ide untuk mengangkat hal keseharian yang dirasakan anak-anak muda zaman sekarang, festival ini diselenggarakan. “Jatuh cinta, putus cinta, dan memiliki kenangan atas seseorang itu merupakan hal sehari-hari yang biasa dirasakan anak muda. Namun hal itu jarang diangkat. Padahal, dari situ sebenarnya bisa lahir banyak karya. Karena itulah kita mengangkatnya,” ujar Penanggungjawab Festival, Seto Prayogi, Senin (13/02/2017).

Sejumlah barang hadiah mantan yang disumbangkan pengunjung.

Dalam festival ini, pengunjung bisa menuangkan segala ungkapaan hati masing-masing atas seseorang yang pernah menjalin hubungan spesial. Baik itu dalam bentuk tulisan tangan, barang atau benda kenangan, hingga karya seni seperti lukisan puisi dan sebagainya. “Tahun ini Festival Melupakan Mantan kita gelar selama tiga hari berturut-tutut. Mulai 11-13 Februari. Yakni dengan konsep galeri pameran dengan tema Kesah,” ujarnya.

Didominasi pengunjung dari kalangan anak muda usia mahasiswa dan remaja SMA-SMP, pameran ini dikatakan lebih sebagai ajang mengangkat dinamika perjalanan cinta anak muda. Yakni dengan menuangkannya dalam bentuk karya. “Gagasannya sebenarnya adalah agar bagaimana kita bisa mengambil nilai dari masa lalu. Sehingga kita bisa menjadi pribadi yang lebih baik lagi di masa yang akan datang,” ujarnya.

Penanggungjawab festival, Seto Prayogi.

Selain bisa menuliskan ungkapan perasaan atau pun menyumbangkan barang-barang hadiah dari mantan, para pengunjung juga bisa terlibat menampilkan karya-karya seni mereka dalam bentuk apa pun. Pengunjung juga bisa saling berinteraksi dan belajar bagaimana mengambil nilai masa lalu untuk menyusun masa depan.

Jurnalis: Jatmika H Kusmargana/ Editor: Koko Triarko/ Foto: Jatmika H Kusmargana

Lihat juga...

Komentar Anda

Alamat email anda tidak akan disiarkan.