banner lebaran

Warga Binaan Lapas Wirogunan Yogyakarta Juga Turut Mencoblos di Pilkada 2017

56

RABU, 15 FEBRUARI 2017

YOGYAKARTA — Sebagaimana sejumlah daerah lainnya, warga masyarakat Kota Yogyakarta hari ini berbondong-bondong datang ke Tempat Pemungutan Suara (TPS) untuk menggunakan hak pilihnya dalam proses PemilIhan Kepala Daerah (Piklada). Tak kecuali juga warga binaan atau narapidana penghuni Lapas kelas II A Wirogunan, Kota Yogyakarta.

Kepala Kantor Kemenkum HAM DIY, Dewa Putu Gede (kemeja pink) bersama Kepala Lapas Wirogunan, Suherman.

Mereka antusias mengikuti proses pemungutan suara yang dilakukan di TPS 11 di Aula Lapas Wirogunan, Yogyakarta, Rabu (15/02/2017). Sebagaimana TPS pada umumnya, TPS 11 ini juga menerapkan proses dan mekanisme yang sama sebagaimana TPS lainnya. Para narapidana menggunakan hak pilih di sejumlah Bilik Suara yang disediakan dan mencelupkan jari pada botol tinta yang disediakan sesudahnya.

Kepala Lapas Wirogunan, Suherman, mengatakan, dari total 453 penghuni Lapas, ada 54 narapidana yang tercatat dalam Daftar Pemilih Tetap (DPT) awal. Namun, berdasarkan perkembangan terakhir, sebanyak 13 tahanan telah dinyatakan bebas, sehingga tinggal 41 narapidana saja yang memiliki hak suara dan mencoblos di TPS 11 Lapas Wirogunan Yogyakarta.

“Namun, setelah itu ada tambahan lagi sebanyak tiga puluh satu warga binaan yang akhirnya mencoblos di sini. Sehingga, total warga binaan yang mencoblos ada tujuh puluh dua orang. Sebanyak empat puluh satu warga binaan mencoblos pada pagi hari, sementara tiga puluh satu warga binaan lainnya mencoblos siang hari atau satu jam sebelum TPS ditutup,” ujarnya.

Dalam kesempatan itu, Kepala Kantor Kementrian Hukum dan Ham (Kemenkumham) DIY, Dewa Putu Gede, nampak juga  turut datang ke TPS 11 Lapas Wirogunan untuk memantau jalannya pemungutan suara. Ia menyebut, ada sekitar 120 warga binaan yang memiliki hak pilih dalam Pilkada di dua tempat, yakni Kota Yogyakarta dan Kabupaten Kulonprogo.

Berkoordinasi dengan pihak Komosi Pemilihan Umum (KPU) DIY, pihaknya mengaku berkomitmen memfasilitasi setiap warga binaan yang memiliki hak pilih untuk menguggunakan hak suaranya. “Berdasarkan ketentuan perundangan, mereka warga binaan tetap memiliki hak untuk memilih. Sehingga tidak dilarang. Tetap kita fasilitasi,” pungkasnya.

Jurnalis: Jatmika H Kusmargana/ Editor: Koko Triarko/ Foto: Jatmika H Kusmargana

Lihat juga...

Komentar Anda

Alamat email anda tidak akan disiarkan.