Waroeng Bombom, Tempat Berkumpulnya Anak Muda Pecinta Kopi

MINGGU, 12 FEBRUARI 2017

LAMPUNG — Tempat nongkrong dengan menu kopi berkonsep kafe, warung hingga resto tumbuh bak jamur di musim hujan. Salah satunya, Waroeng Bombom yang berada di Jalan Lintas Sumatera KM 68, tidak jauh dari Mapolsek Penengahan.

Suasana waroeng Bombom dengan konsep lesehan

Meski terbilang belia, layaknya warung warung penyaji kopi lainnya, waroeng Bombom menurut sang pemilik, Maestro Aristoteles (26) ditujukan untuk bersantai dan berkumpulnya anak anak muda. Bersama isttri, Nanda (26), pasangan ini menyulap salah satu lahan yang dimilikinya menjadi sebuah warung yang menyediakan menu makanan dan minuman sekaligus menyediakan tempat untuk bermusik.

“Selama ini awalnya kami sering berkumpul di sini bersama kawan kawan yang menyukai musik dan saya sediakan tempat yang sekaligus menjadi tempat bersosialisasi sembari menikmati sajian kopi, minuman serta makanan ringan,”ungkap Maestro Aristoteles, pemilik Waroeng Bombom saat ditemui Cendana News di bilangan Jalinsum KM 68 Kecamatan Penengahan.

Maestro mengaku konsep warung yang dibuatnya saat ini menggandeng kawan kawannya yang memiliki jiwa seni, diantaranya seni air brush untuk mewarnai dinding warung miliknya, beberapa pemain musik untuk tampil di depan warung Bombon pada akhir pekan atau Sabtu malam dan iven iven khusus.

Menikmati kopi sambil bercengkerama bersama kawan kawan

Selain konsep lukisan yang menghiasi dinding dengan tekhnik air brush penggunaan benda benda bekas pakai diantaranya ban ban bekas yang di daur ulang (recycle) terlihat mendominasi warung tersebut. Sebagian pengunjung bahkan disuguhi alunan musik akustik sembari duduk santai secara lesehan maupun dengan menggunakan kursi yang telah disediakan.

“Konsep kita ingin merangkul anak anak muda yang ada di wilayah Penengahan dengan adanya warung sekaligus tempat berkumpul menjadi ajang sosialisasi dan membahas ide-ide kreatif untuk ikut memajukan Penengahan,”terang pria yang memiliki nama kecil Bombom.

Saat awal dibuka hampir selama beberapa bulan terakhir ia mengaku sajian atau menu kopi berbagai varian diantaranya kopi tubruk, kopi cappucino, kopi good day, kopi cappucino susu serta beberapa kopi tradisional maupun kopi yang pabrikan dalam bentuk sachet disediakan. Sementara untuk kopi bubuk tradisional ia mengaku menyediakan jenis kopi robusta dan arabica yang disajikan dengan cara tradisional.

Ia bahkan mengaku dalam waktu dekat, salah satu barista yang masih sahabatnya berencana melakukan kerjasama dengan mendatangkan satu karyawannya setiap akhir pekan dan dengan mulai banyaknya pengunjung waroeng Bombom juga akan menyajikan kopi kopi racikan barista handal.

Selain menyajikan menu-menu khas diantaranya berbagai jenis kopi, waroeng Bombom juga meyediakan beberapa jenis menu makanan dan minuman diantaranya jenis jenis makanan yang didominasi makanan tradisional. Beberapa menu makanan tradisional yang disediakan diantaranya siomay fullset, batagor, cilok, pempek kapal selam, tekwan, pisang cokelat susu,  dengan harga dibanderol mulai dari Rp4.000 hingga Rp10.000 perporsi.

Bagian depan waroeng Bombon yang terbuka dan langsung menghadap Jalinsum

Sementara itu berbagai jenis minuman selain kopi untuk memanjakan lidah pengunjung juga disediakan minuman lain diantaranya es dugan susu, serta minuman lain dengan harga mulai dari Rp3.000 hingga Rp5.000 pergelas.

“Kita menyesuaikan dengan kondisi Penengahan yang masih kota kecamatan sehingga soal harga masih cukup bersahabat karena intinya konsep kita belum murni bisnis melainkan tempat yang bisa menjadi pertemuan untuk membahas hal hal positif,”ungkap Maestro.

Jurnalis : Henk Widi / Redaktur : ME. Bijo Dirajo / Foto : Henk Widi

Komentar